Apakah Taman di Kota Malang Sudah Ramah Anak?

Suasana taman bermain di Alun-Alun Kota Malang (foto : Widya Amalia/Blok-A)
Suasana taman bermain di Alun-Alun Kota Malang (foto : Widya Amalia/Blok-A)

Kota Malang, blok-a.com – Pemkot Malang sedang berupaya keras untuk meraih status Kota Layak Anak (KLA) tingkat utama. Terkait hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang juga turut mengambil peran penting dalam menyiapkan fasilitas umum terutama taman yang ramah anak. 

 Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, mengakui bahwa kemampuan anggaran daerah yang terbatas menjadi salah satu kendala. Sehingga, langkah yang dilakukan adalah pembenahan taman-taman publik agar semakin ramah anak. 

“Tahun ini, tidak banyak anggaran. Untuk pembangunan taman baru belum ada. Kami hanya memiliki dana untuk kegiatan-kegiatan pemeliharaan yang sifatnya swakelola dan pembenahan-pembenahan saja,” jelasnya.

Walau tanpa membangun taman baru, namun Rahman menjelaskan bahwa sebenarnya hampir semua taman besar di Kota Malang sudah ramah anak. Beberapa taman bahkan telah menjadi tempat favorit masyarakat. 

“Taman Merbabu, Alun Alun Merdeka, Taman Baca Pattimura, Taman Slamet, dan beberapa taman lainnya sudah ramah anak,” ungkapnya. 

Ia menambahkan bahwa DLH Kota Malang menganggap penting setiap taman publik di kota ini menjadi inklusif. DLH juga berusaha memenuhi aspirasi masyarakat dengan membenahi taman-taman yang sudah ada agar tidak hanya ramah anak, tetapi juga inklusif.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua kalangan, termasuk anak-anak, lansia, dan disabilitas, dapat menikmati fasilitas umum dengan nyaman. Salah satu taman yang sedang dalam proses pembenahan adalah Taman Gayam.

“Mengingat lokasinya ada di area pemukiman, letaknya di wilayah yang padat penduduk, tentunya harapan warga kepada Pemerintah Kota Malang pembenahan sarana prasarana pendukung itu difokuskan di sana,” jelasnya.

Rahman menyebutkan bahwa masyarakat setempat memang menginginkan taman ini dilengkapi dengan fasilitas inklusif, seperti tempat duduk, dan akses bantu bagi lansia serta disabilitas. Tentunya, tak sedikit pula yang meminta pembenahan berupa taman bermain untuk anak-anak.

“Perihal pembenahan taman Taman Gayam, kami ingin menghadirkan taman yang inklusif dan bisa memfasilitasi berbagai kalangan masyarakat, termasuk lansia dan disabilitas,” tambah Rahman.

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?