Investasi Rumah Kost Masih Prospektif, Metro Point Hadir di Kawasan Kampus Malang

Investasi Rumah Kost Masih Prospektif, Metro Point Hadir di Kawasan Kampus Malang
Tampak dalam rumah kost di Metro Point Malang (dok. Metro Point)

Kota Malang, blok-a.com – Tren investasi rumah kost di Kota Malang dinilai masih memiliki prospek yang menjanjikan. Tingginya jumlah mahasiswa yang datang setiap tahun membuat kebutuhan hunian di kawasan sekitar kampus terus terjaga, sehingga rumah kost tetap menjadi salah satu instrumen investasi properti yang banyak diminati.

Melihat peluang tersebut, Metro Point Sigura-Gura menghadirkan rumah kost premium yang dirancang sebagai aset produktif. Proyek yang berlokasi di Jalan Mertojoyo, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, itu berada di kawasan yang dikelilingi sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, hingga Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Manager Pemasaran Metro Point, Yudi, mengatakan tren investasi rumah kost masih terus berkembang karena didukung permintaan pasar yang stabil.

“Saat ini terdapat sekitar 350 ribu mahasiswa aktif di Kota Malang dan setiap tahunnya lebih dari 45 ribu mahasiswa baru datang untuk melanjutkan pendidikan. Kondisi ini menciptakan kebutuhan hunian yang terus berulang sehingga investasi rumah kost memiliki prospek yang sangat baik,” ujarnya.

Menurut Yudi, rumah kost tidak hanya dipandang sebagai aset properti, tetapi juga mampu memberikan pendapatan pasif melalui penyewaan unit sekaligus berpotensi mengalami kenaikan nilai aset dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan Metro Point lahir dari pengalaman perusahaan dalam mengelola rumah kost sebelum berkembang menjadi pengembang properti. Pengalaman tersebut menjadi dasar dalam merancang sistem pengelolaan yang dinilai mampu menjaga tingkat hunian dan memberikan nilai tambah bagi investor.

“Investor tidak hanya membeli bangunan, tetapi juga berinvestasi pada aset produktif yang didukung pengalaman operasional dan sistem pengelolaan yang telah teruji,” katanya.

Untuk mengikuti perubahan kebutuhan pasar, Metro Point mengusung konsep Japandi Tropical dengan desain kamar mezzanine yang memaksimalkan ruang. Selain itu, tersedia tiga pilihan desain interior, yakni Japandi, Scandinavian, dan Brutalist melalui konsep Thematic Living.

Menurut Yudi, saat ini penyewa tidak lagi hanya mempertimbangkan lokasi yang dekat kampus, tetapi juga kenyamanan serta pengalaman tinggal.

“Pengalaman tinggal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pilihan tempat tinggal. Semakin baik pengalaman penghuni, maka kepuasan dan loyalitas penyewa juga meningkat sehingga berdampak pada tingkat okupansi,” jelasnya.

Metro Point menyasar berbagai kalangan, mulai dari investor properti, pengusaha, profesional, pensiunan hingga orang tua mahasiswa yang ingin memiliki hunian selama masa kuliah anaknya. Seluruh unit juga didukung sistem pengelolaan profesional sehingga pemilik tidak perlu terlibat langsung dalam operasional harian.

Yudi optimistis tren investasi rumah kost di Kota Malang masih akan terus bertumbuh seiring bertambahnya jumlah mahasiswa setiap tahun. Menurutnya, momentum penerimaan mahasiswa baru juga menjadi waktu yang tepat bagi investor untuk mulai masuk ke pasar properti kost.

“Metro Point hadir bukan hanya sebagai produk properti, tetapi sebagai instrumen investasi jangka panjang yang memadukan lokasi strategis, konsep hunian premium, serta sistem pengelolaan profesional sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi investor,” pungkasnya. (bob)

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.