BKPSDM Kota Malang Raih Penghargaan SPBE Lewat Aplikasi SIMAS

BKPSDM Kota Malang Raih Penghargaan SPBE Lewat Aplikasi SIMAS
BKPSDM Kota Malang Raih Penghargaan SPBE Lewat Aplikasi SIMAS

Kota Malang, blok-a.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang berhasil meraih posisi ketiga dalam kategori Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Web pada ajang Malang Digital Forum yang digelar Dinas Kominfo Kota Malang pada Jumat (5/12/2025). Ajang tahunan tersebut menilai inovasi digital antar OPD yang dinilai mampu meningkatkan tata kelola dan pelayanan publik berbasis elektronik.

Kepala BKPSDM Kota Malang, Hendro Martono atau sapaan akrabnya Hendru, mengatakan penilaian dilakukan melalui beberapa tahap, termasuk paparan langsung di depan dewan juri eksternal. “Penilaian yang terakhir itu juri eksternal dari UB, juga ada dari provinsi dan Diskominfo provinsi,” ujarnya.

Ia menyebut setidaknya ada tujuh aspek yang menjadi penilaian, mulai strategi dan perencanaan, tata kelola dan manajemen, teknologi digital, keamanan sistem, pengelolaan data, budaya digital, hingga keterpaduan layanan yang diberikan.

BKPSDM mengusung aplikasi Sistem Informasi Manajemen ASN (SIMAS) sebagai inovasi unggulan dalam kompetisi tersebut. Aplikasi ini kini menjadi pusat data kepegawaian ASN Pemerintah Kota Malang, mulai dari penyimpanan data, analisis data, perencanaan, pelayanan, hingga pelaporan kepegawaian. “Fungsi utamanya sebagai basis data informasi ASN dan sebagai sarana pelayanan digital,” jelas Hendru.

SIMAS saat ini sudah menyediakan tujuh layanan elektronik, yakni kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, pensiun, ujian dinas dan penyetaraan ijazah, layanan tugas belajar, satyalancana karya satya dan layanan cuti. Seluruh proses pengajuan dilakukan melalui aplikasi secara paperless. “Usulannya melalui SIMAS, datanya juga diambil dari SIMAS. Sudah tidak menggunakan berkas,” tegasnya.

SIMAS mulai dikembangkan sejak Peraturan Wali Kota Malang Nomor 113 Tahun 2019. Pengembangannya dilakukan bertahap dari fitur dasar kepegawaian hingga kini menjadi platform pelayanan lengkap. Hendru menyebut sebelumnya sistem masih berbasis SIMPEG, namun kini SIMAS sudah digunakan sebagai tempat penyimpanan dokumen pegawai secara digital dan pembaruan data mandiri oleh ASN. “Setiap ASN harus aktif meng-input dan melakukan pembaruan data,” katanya.

Yang menjadi keunggulan utama SIMAS, menurutnya, adalah integrasi dua arah dengan SIASN milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Data yang diperbarui di SIMAS otomatis dapat ditarik oleh SIASN, dan sebaliknya pembaruan data di SIASN juga bisa ter-update ke SIMAS. Selain itu SIMAS juga telah terhubung dengan sejumlah aplikasi internal Pemkot Malang seperti Sipreti untuk presensi, e-kinerja, aplikasi Seroja, serta sistem Si Tangkas milik BKAD.

Hendru menyebut pengembangan berkelanjutan sejak 2019, fungsi layanan yang dirasakan seluruh ASN, serta kemampuan integrasi dengan banyak sistem menjadi alasan BKPSDM mampu meraih posisi tiga besar. “Data ini akhirnya bisa dimanfaatkan lintas sistem,” ucapnya.

Menurutnya, SIMAS kini menjadi salah satu platform penting dalam tata kelola ASN Kota Malang dan akan terus dikembangkan. “SIMAS ini akan kita upgrade terus supaya pelayanan ASN makin mudah dan datanya makin akurat,” pungkas Hendru. (bob)