Bupati Malang Masifkan Penghijauan Lereng Gunung, Antisipasi Longsor dan Banjir Bandang

Bupati Malang, HM Sanusi masifkan penanaman pohon antisipasi longsor dan banjir bandang (pro)
Bupati Malang, HM Sanusi masifkan penanaman pohon antisipasi longsor dan banjir bandang (pro)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Bupati Malang HM Sanusi terus memacu gerakan penghijauan di kawasan lereng gunung dan perbukitan sebagai langkah antisipasi bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir bandang, di wilayah Kabupaten Malang.

Sanusi menyampaikan upaya menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan komitmen bersama seluruh stakeholder dan masyarakat. Salah satu bentuk konkret yang terus digencarkan yakni aksi penanaman bibit pohon di wilayah rawan bencana.

Menurut Sanusi, kerusakan lingkungan akibat penebangan liar telah memberikan dampak nyata di sejumlah daerah di Indonesia. Ia mencontohkan bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

“Bukti kerusakan alam akibat penebangan liar sudah ada di depan mata, seperti musibah longsor yang terjadi di Aceh dan Sumatera,” ujar Sanusi.

Ia menilai, peristiwa serupa harus bisa dicegah dan diantisipasi sejak dini di Kabupaten Malang. Karena itu, Pemkab Malang terus mengintensifkan gerakan penghijauan sebagai langkah mitigasi bencana.

Sebagai wujud komitmen nyata, Pemkab Malang pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1.265 tahun lalu juga menerapkan kebijakan mengganti karangan bunga berbahan banner atau styrofoam dengan bibit pohon. Bibit tersebut kemudian ditanam di berbagai kawasan.

Aksi penanaman bibit pohon di kawasan Lembah Ken Arok, Gunung Katu, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Minggu (11/1/2026), menjadi salah satu contoh sinergi lintas stakeholder dan perangkat daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sanusi berharap, kegiatan penghijauan tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi dilakukan secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa penghijauan merupakan investasi jangka panjang demi keselamatan generasi mendatang.

“Oleh karena itu, gerakan penghijauan harus dilakukan secara berkelanjutan agar bencana serupa tidak terjadi di Kabupaten Malang,” bebernya.

Lebih lanjut, Sanusi menyampaikan bahwa kegiatan penghijauan yang dilakukan bersama lintas stakeholder dan kelompok masyarakat diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan, mempertahankan sumber mata air, serta menciptakan lingkungan Kabupaten Malang yang hijau dan aman dari bencana.

“Harapan saya, hutan-hutan tetap terjaga kelestariannya dan Kabupaten Malang bisa terhindar dari bencana banjir dan tanah longsor,” pungkas Sanusi. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com