FGD Asessment Kebijakan Penyedian Air Minum dan Sanitasi Aman di Kabupaten Blitar

Forum Group Discussion (FGD) Asessment Kebijakan penyedian Air Minum dan Sanitasi Aman. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Blitar bersama USAID menggelar Forum Group Discussion (FGD) Asessment Kebijakan penyedian Air Minum dan Sanitasi Aman, Kamis (17/10/2024).

Hadir dalam FGD tersebut,  berbagai unsur pemerintah daerah serta perwakilan sektor swasta, baik formal maupun informal, yang bergerak di bidang air minum dan sanitasi (Water, Sanitation, and Hygiene atau WASH).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program USAID IUWASH Pasar, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan pasar lokal guna menyediakan produk dan layanan air, sanitasi, dan kebersihan. Hal tersebut disampaikan kepala Bappedalitabang Kabupaten Blitar Drs. Rully Wahyu Prasetyowanto, ME.

“Kabupaten Blitar telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi dampingan program ini, sesuai dengan Surat Keputusan dari Kementerian PPN/Bappenas, untuk periode 2023-2028. Program ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mencapai target akses air minum dan sanitasi yang aman,” kata Rully Wahyu Prasetyowanto.

Lebih lanjut Rully menyampaikan, jika air minum dan sanitasi merupakan kebutuhan dasar manusia, dan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Sanitasi sebagai bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Urusan Pekerjaan Umum, yang merupakan salah satu Urusan Wajib Pelayanan Dasar dan menjadi prioritas dalam proses pembangunan daerah,” jelasnya.

Rully menadaskan, dalam mengatasi tantangan penyedian air minum dan sanitasi aman tersebut, penting adanya kolaborasi lintas sektor.

“Melalui FGD ini, kami berharap mendapatkan banyak masukan mengenai kebutuhan kebijakan yang mendukung pasar air minum dan sanitasi, khususnya dari kalangan pelaku usaha,” tandasnya.

Capaian akses aman air limbah domestik di Kabupaten Blitar saat ini, mencapai 1,62 persen dan akses layak 88,55 persen. Sedangkan untuk capaian akses air minum aman di Kabupaten Blitar mencapai 3,54 persen dan akses layak 89,70 persen, terdiri jaringan perpipaan 26,81 persen dan cakupan layanan PDAM sebesar 5,94 persen (sesuai data LKPJ tahun 2023).

“Pemkab Blitar mempunyai komitmen kuat, untuk meningkatkan pelayanan dasar bidang air minum dan sanitasi salah satunya dengan Program USAID IUWASH Pasar,” tegas Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar.

Pelaksanaan Program USAID IUWASH Pasar di Kabupaten Blitar Tahun 2024 ini, telah disusun Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) sebagai acuan pelaksanaan kegiatan USAID IUWASH Pasar yang sejalan dengan prioritas pembangunan yang tertuang dalam Rancangan RPJPD Kabupaten Blitar 2025-2045.

Khususnya mendukung pencapaian arah kebijakan percepatan pemerataan, dan peningkatan akses layanan air minum dan sanitasi.

“Pelaksanaan FGD ini merupakan bagian dari RKT tahunan yang telah disusun Tim USAID dan Pemkab Blitar untuk memperkuat lingkungan bisnis, mendorong kontribusi sektor swasta yang lebih besar, untuk layanan dan produk air minum dan sanitasi khususnya pada kegiatan Penguatan regulasi/kebijakan daerah menumbuhkan dan memperkuat investasi bisnis bidang pengelolaan air minum dan sanitasi,” papar Rully Wahyu.

Adapun tujuan dari FGD ini antara lain :

  1. Memahami kebutuhan, tantangan, dan peluang sektor swasta dalam memperluas partisipasi di pasar WASH.
  2. Mengidentifikasi umpan balik dan respons pemerintah daerah untuk memperbesar keterlibatan sektor swasta.
  3. Memfasilitasi kesepakatan mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam enam bulan ke depan.

Hasil dari FGD ini nantinya akan menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk memperkuat regulasi dan kebijakan daerah, dengan dukungan Program USAID IUWASH Pasar, guna mendorong investasi dan bisnis di bidang pengelolaan air minum dan sanitasi.

“Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan dukungan dari USAID IUWASH Pasar, Kabupaten Blitar berharap mampu mempercepat peningkatan akses air minum dan sanitasi yang layak dan aman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (jar/adv/kmf)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com