Gerakan Pangan Murah di Malang, 8 Ton Beras Digelontorkan

Antrean Gerakan Pasar Murah di halaman depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang (blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)
Antrean Gerakan Pasar Murah di halaman depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang (blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali laksanakan gerakan pangan murah untuk stabilisasi harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Malang usai perayaan Hari Raya Idul Fitri 2024. 

Kegiatan itu dilaksanakan di halaman depan Kantor Dinas Petahanan Pangan Kabupaten Malang, pada Jumat (26/4/2024) pagi. 

Sejumlah bahan pokok yang dijual dengan harga murah diantaranya yakni, beras bulog jenis medium atau merk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, minyak goreng, gula pasir, mi instan, ayam potong, serta aneka olahan pangan lainnya. 

Sekertaris Dinas (Sekdin) Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Shinta Rismandini menerangkan, gerakan pangan murah ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulannya. 

“Ini agenda pertama setelah Lebaran Idul Fitri 2024. Karena kebutuhan pangan pokok itu kan akan terus menerus dibutuhkan, sehingga walaupun setelah lebaran tetap kita laksanakan kegiatan,” ujar Shanti saat ditemui, Jumat (26/4/2024). 

Dirincikan Shanti, pada gerakan pangan murah jenis beras medium dibandrol dengan harga jauh dari pasaran yakni Rp51 ribu per 5 kilogram. Sementara itu, untuk gula kemasan 1 kilogram dibandrol dengan harga Rp17 ribu.

Kemudian, minyak goreng harga Rp18 ribu perliter, ayam potong dibandrol dengN harga Rp31 per kilogram. Lalu, aneka olahan pangan mulai dari Rp10 ribu per kemasan. 

“Bahan pokok yang dijual terutama beras. Kami bermitra dengan Bulog, saat ini mendapat kiriman 8 ton beras. Selain itu ada minyak, gula dan pangan olahan yang di siapkan oleh mitra Bulog,” sambungnya. 

Kegiatan serupa juga akan terus dilakukan oleh Dinas Ketahanan Kabupaten Malang guna menstabilkan harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Malang.

“Setelah ini, tanggal tujuh (Mei) akan hadir lagi di Kecamatan Wonosari. Dan insyaallah bulan depan masih ada 3 Gerakan Pangan Murah secara keliling,” pungkasnya. 

Terpisah, salah satu pembeli, Rofiul Mahudin (40) warga Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang mengatakan, alasannya memborong beras SPHP karena harganya jauh lebih murah dibandingkan beras merk lain. 

“Ini tadi beli 10 sak (kemasan) harganya Rp51 ribu untuk dijual lagi. Biasanya beli merk lain, harganya lebih mahal,” ujar Rofiul saat ditemui pada Kamis (26/4/2024). 

Sebagai pemilik toko klontong, ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Selain harganya yang relatif murah, ia mengatakan kualitas beras merk SPHP juga termasuk beras medium yang masih banyak peminat.

“Biasanya beli beras premium merk Lahap, berhubung ini tadi ada pasar murah jadi sekalian beli karena berasnya juga bagus. Nanti dijual kembali, tetap per lima kilogram,” pungkasnya. (ptu/bob)