Jalan Gondanglegi–Balekambang Ditarget Tuntas Akhir 2026, Sempat Terkendala Pembebasan Lahan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com –Pembangunan jalan penghubung Gondanglegi menuju kawasan wisata Pantai Balekambang sepanjang 30,485 kilometer diproyeksikan rampung pada Desember 2026. Proyek strategis tersebut sebelumnya ditarget selesai lebih cepat, namun mengalami kendala pada proses pembebasan lahan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan pembangunan jalan tersebut terbagi dalam dua lot pekerjaan. Yakni Lot 16A ruas Gondanglegi–Wonokerto dan Lot 16B ruas Wonokerto–Balekambang.

“Untuk bangunan fisik jalan dari Gondanglegi sampai Balekambang ditargetkan selesai Desember 2026 mendatang,” ujar pria yang akrab disapa Oong itu, Rabu (11/2/2026).

Menurut Oong, secara teknis pembangunan yang dimulai sejak Oktober 2024 itu sebenarnya bisa selesai pada Mei atau Juni 2026. Namun, proses pembebasan lahan yang belum tuntas membuat jadwal penyelesaian harus mundur.

“Sebenarnya bisa selesai Mei atau Juni 2026. Tetapi pada prosesnya ada kendala di pembebasan lahan. Sehingga pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali menyelesaikan ruas-ruas yang lahannya sudah tuntas. Seperti yang berada di dekat lahan SR (Sekolah Rakyat) itu bisa segera dibangun,” jelasnya.

Untuk mempercepat progres, BBPJN Jawa Timur–Bali bersama Pemerintah Kabupaten Malang kini menempuh mekanisme konsinyasi melalui Pengadilan Negeri Kabupaten Malang guna menyelesaikan persoalan pembebasan lahan.

“Sehingga proses pembangunan jalan dari Gondanglegi ke Balekambang bisa lebih dipercepat dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas Kabupaten Malang,” tutur Oong.

Jalan tersebut menjadi akses penting menuju destinasi unggulan Pantai Balekambang sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Kabupaten Malang.

DPUBM juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintas di jalur tersebut yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Terlebih di tengah cuaca ekstrem, sejumlah titik jalan menjadi licin karena berlumpur.

“Saya mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas, utamanya di jalanan berlumpur. Keselamatan pengendara tetap harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (yog/bob)