Kabupaten Malang, blok-a.com – Wakil Bupati (Wabup) Malang Hj Lathifah Shohib menerima kunjungan Deputi I Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Leontinus Alpha Edison, di ruang kerja Wakil Bupati Malang. Kunjungan tersebut membawa kabar kepastian pelaksanaan pilot project Migran Center di Kabupaten Malang pada tahun 2026.
Dalam pertemuan itu, Leontinus Alpha Edison menjelaskan program Migran Center sejatinya telah diproyeksikan sejak 2025. Namun, pelaksanaannya belum dapat direalisasikan karena masih menunggu kesiapan teknis, administratif, dan regulasi.
“Secara teknis dan administratif, serta regulasi sudah clear. Karena itu, pelaksanaan Pilot Project Migran Center akan dilaksanakan pada tahun 2026,” ujar Leon.
Ia memastikan, peluncuran Migran Center akan dilakukan secara resmi oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dan dijadwalkan berlangsung setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.
“Insya Allah pasca hari raya, Pilot Project Migran Center akan dilaunching langsung oleh Menko PM, Bapak Muhaimin Iskandar,” tambahnya.
Leon menjelaskan, pelaksanaan program Migran Center wajib menggandeng lembaga pendidikan sebagai mitra pendamping, sesuai ketentuan regulasi yang berlaku. Untuk tahap awal, Kemenko PM akan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB).
“Memang secara aturan harus melibatkan lembaga pendidikan. Untuk awal, Universitas Brawijaya akan menjadi pendamping program Migran Center,” jelas Leon.
Meski demikian, ia menyebut kerja sama tersebut bersifat terbuka dan tidak permanen. Ke depan, lembaga pendidikan lain di Kabupaten Malang juga berpeluang terlibat sebagai mitra pendamping.
“Tidak harus selamanya Universitas Brawijaya. Nantinya bisa bergiliran, seperti Universitas Negeri Malang (UM), Unira, maupun Stikes Kepanjen juga bisa mendapat kesempatan menjadi mitra pendamping,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib menyambut gembira kepastian pelaksanaan pilot project Migran Center di wilayahnya. Ia mengaku sempat khawatir program tersebut batal direalisasikan mengingat sudah memasuki awal tahun 2026.
“Alhamdulillah akhirnya mendapat kepastian. Saya sempat khawatir pilot project ini akan gagal di Kabupaten Malang, karena sudah memasuki awal tahun 2026,” ungkap Lathifah.
Ia mengaku telah beberapa kali menanyakan langsung kepada Menko PM terkait kejelasan realisasi program tersebut.
“Saya beberapa kali menyampaikan ke Menko PM kapan direalisasikan. Saat itu beliau menyampaikan masih membahas teknis dan regulasinya,” katanya.
Lathifah berharap, kehadiran Migran Center mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Malang, khususnya dalam peningkatan kualitas dan perlindungan pekerja migran.
“Semoga Program Migran Center ini bisa memberi manfaat dan dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Malang, khususnya di sektor pekerja migran,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Kabupaten Malang juga telah ditetapkan sebagai salah satu daerah pelaksana Program SMK Go Global dari Kemenko PM. Setelah peluncuran Migran Center, program tersebut akan dilanjutkan dengan implementasi SMK Go Global sebagai upaya menyiapkan tenaga kerja terampil dan berdaya saing internasional. (yog/bob)








