Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mencatat ada sebanyak 34 pasar tradisional di Kabupaten Malang perlu dilakukan perbaikan. Namun karena terbatasnya anggaran, perbaikan akan dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas.
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Nor Fuad Fauzi mengatakan, perbaikan pasar tradisional akan dilakukan pemetaan untuk mengetahui skala prioritas. Sebab, anggaran yang terbatas dianggap sebagai kendala.
Fuad sapaan akrabnya mengatakan, jika ditotal secara menyeluruh maka anggaran yang diperlukan untuk revitalisasi 34 pasar tradisional di Kabupaten Malang mencapai Rp 40 miliar.
“Tapi kami kan tidak bisa serta merta. Artinya, kami harus mengambil mana yang paling prioritas. Paling tidak bagaimana agar kondisi pasar itu tidak becek, tidak banyak atap yang bocor,” kata Fuad, Senin (2/9/2024).
Menurutnya, yang menjadi poin penting dilakukan perbaikan diantaranya yakni akses jalan yang kerap becek karena atap dan talang air yang bocor.
Kemudian, persoalan yang menjadi urgensi masing-masing pasar. Sebab, kondisi pasar yang tidak nyaman akan menjadi salah satu pertimbangan bagi pembeli.
Tidak hanya pembeli, sambung mantan Kepala BPBD Kabupaten Malang, kondisi pasar yang becek itu juga menjadi keluhan para pedagang.
“Kondisi pasar-pasar itu kan banyak yang atapnya bocor, kalau hujan jalanannya becek. Sehingga ini banyak menimbulkan keluhan-keluhan pedagang untuk diperbaiki,” imbuhnya.
Sehingga, menurut Fuad, kondisi ini perlu segera diperbaiki agar masyarakat semakin tertarik untuk berbelanja di pasar tradisional.
“Sehingga kalau nanti penyebab beceknya ini diperbaiki, kan lebih banyak yang belanja ke pasar, soalnya juga harga-harga murah,” bebernya.
Disinggung terkait anggaran yang diperlukan untuk perbaikan skala prioritas, Fuad mengatakan belum dapat merinci besarannya. Usulan anggaran tersebut masih diajukan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2024, sehingga ia harus menunggu keputusan final mengenai alokasi anggaran.
Dari total 34 pasar tradisional, setidaknya ada 10 pasar menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Malang yang kemudian diajukan di PAK 2024.
“Paling tidak bisa nyaman dilewati oleh masyarakat,” pungkasnya. (ptu/bob)








