Kota Malang, blok-a.com – Sebanyak 57 Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Malang mendapat pelatihan intensif dari Pemkot Malang. Program ini digelar untuk memperkuat pengurus dan pengawas koperasi agar dalam waktu satu tahun ke depan bisa beroperasi secara mandiri.
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di Malang Creative Center (MCC), Senin (13/10/2025). Wahyu menyebut, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pengurus koperasi yang selama ini masih menunggu arahan soal operasional dan arah bisnis.
“Pelatihan ini sudah lama ditunggu-tunggu. Alhamdulillah, Diskopindag bersama Dekopinda menggelar pelatihan selama tiga hari dengan narasumber yang kompeten. Harapannya, koperasi di tiap kelurahan bisa segera jalan sendiri,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan, pengurus dan pengawas koperasi harus bisa memetakan potensi usaha di wilayahnya masing-masing, tidak hanya fokus pada simpan pinjam. “Setiap kelurahan punya karakteristik sendiri. Ada yang cocok jual sembako, LPG, atau air minum isi ulang. Jangan semua disamakan,” tegasnya.
Wahyu juga membuka peluang bagi koperasi untuk mengakses pembiayaan dari Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) hingga Rp3 miliar, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. “Yang penting, pinjaman bisa dikelola dan dikembalikan. Jangan asal minjam,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Sri Eko Sri Yuliadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Materinya meliputi dasar-dasar koperasi, penyusunan proposal usaha, hingga pembuatan business plan.
“Pemateri juga kami hadirkan dari Pertamina, Bulog, dan perusahaan air minum isi ulang. Kami ingin koperasi bisa mengembangkan minimal tiga unit usaha, yaitu sembako, LPG, dan air minum,” terang Eko.
Dari total 57 Koperasi Merah Putih yang ada, sekitar 50 persen sudah mulai beroperasi dan menjalin kerja sama dengan mitra seperti Hiswana Migas, distributor sembako, dan pengisian air minum.
“Perkembangannya memang bertahap. Namanya juga usaha, tidak bisa langsung besar. Tapi kami yakin dalam satu tahun, semuanya bisa mandiri,” pungkasnya. (bob)








