Pasuruan, Blok-a.com – Seiring meredanya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan kembali menggenjot produksi susu segar. Target produksi dinaikkan sebesar 0,5 persen dari realisasi produksi susu pada tahun 2023 yang mencapai 97.082.722 atau 97 juta liter lebih.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, melalui Kabid Prasarana, Sarana, dan Usaha Peternakan, M. Syaifi, menyatakan bahwa kenaikan target produksi yang hanya setengah persen ini dinilai sangat realistis.
“Bisa dibilang sekarang masih masa recovery setelah kasus PMK dan LSD menyerang sapi-sapi, baik sapi potong maupun sapi perah, jadi kami tidak muluk-muluk memasang target,” kata Syaifi saat ditemui di ruangannya.
Untuk mencapai target produksi susu tersebut, Dinas Peternakan Pasuruan melakukan berbagai upaya, termasuk penambahan jumlah sapi baru, perbaikan pakan ternak, dan treatment pada ternak itu sendiri.
Syaifi menjelaskan bahwa para peternak sapi perah di Kabupaten Pasuruan sudah mulai membeli sapi-sapi baru. Selain itu, sapi-sapi yang sebelumnya terserang PMK dan LSD kini sudah kembali sehat dan dapat menghasilkan susu meskipun belum maksimal.
“Biasanya sehari satu ekor bisa menghasilkan 10 liter. Tapi karena masih recovery baru bisa 3-4 liter. Sekarang kita genjot sampai bisa 8 liter,” terangnya.
Diketahui, populasi sapi perah di Kabupaten Pasuruan menurun signifikan pasca PMK dan LSD, berkurang hingga 10 ribu ekor. Saat ini, populasi sapi perah mencapai 90.096 ekor yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Tutur, Purwodadi, Puspo, Rembang, Grati, Lekok, dan sebagian di Nguling.
Para peternak terus didorong untuk menjaga kesehatan ternak sapi mereka dengan memperhatikan pakan, kondisi kandang, dan faktor-faktor penting lainnya yang dapat menunjang produksi susu segar.
“Tahun lalu sudah ada bantuan pakan dengan nutrisi tinggi dari Pemerintah Pusat. Kita usulkan 30 ribu ekor dan realisasinya dapat bantuan pakan untuk 11.292 sapi perah di Kabupaten Pasuruan,” ungkap Syaifi.
Banyak peternak di Kabupaten Pasuruan menyambut baik upaya pemerintah dalam menggenjot produksi susu segar pasca meredanya kasus PMK dan LSD.
“Kami merasa optimis dengan bantuan dan dukungan dari Dinas Peternakan. Semoga produksi susu kami bisa segera kembali normal,” ujar seorang peternak di Kecamatan Purwodadi.
Namun, ada juga peternak yang merasa khawatir dengan target produksi yang dinaikkan, meskipun hanya setengah persen.
“Masa recovery belum sepenuhnya selesai, dan kami masih beradaptasi dengan kondisi baru. Target produksi ini mungkin terlalu optimis,” kata seorang peternak di Kecamatan Tutur.
Beberapa peternak berharap agar pemerintah terus memberikan bantuan yang konsisten, terutama dalam hal pakan dan perawatan kesehatan ternak. “Kami berharap ada program lanjutan yang bisa membantu kami dalam jangka panjang, tidak hanya untuk recovery tetapi juga untuk peningkatan produksi secara keseluruhan,” ujar seorang peternak di Kecamatan Puspo.
Dinas Peternakan diharapkan terus memantau dan mendukung para peternak agar target produksi dapat tercapai dengan baik, serta memastikan kesehatan dan kesejahteraan ternak tetap terjaga. (rmt/bob)








