Revitalisasi dan Relokasi Pasar Besar Kota Malang Dipastikan Gagal

Jelang Tahun 2024, Revitalisasi dan Relokasi Pasar Besar Kota Malang Gagal
Tampak depan Pasar Besar Malang (blok-a/Helen)

 

Kota Malang, Blok-a.com – Hanya jadi wacana semata, revitalisasi dan relokasi pedagang Pasar Besar Kota Malang dipastikan tidak akan terjadi di tahun 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.

Sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) proyek tersebut, Made memastikan bahwa tidak ada pembangunan dan Relokasi Pasar Besar Kota Malang di tahun 2024 mendatang.

“Belum bisa diagendakan, karena saya selaku ketua Banggar sudah memanggil dinas pasar (Diskopindag) dan ketua TAPD, ternyata belum ada kejelasan terkait dengan bantuan APBN untuk pasar besar,” ujar Made, Senin (6/11/2023).

Terkait revitalisasi sendiri, Pemkot Malang telah mengajukan hal tersebut agar diambil alih oleh pemerintah pusat. Kala itu, pihak Pemkot Malang meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dan Kementerian PUPR untuk melancarkan proyek tersebut.

Diketahui, anggaran revitalisasi Pasar Besar Kota Malang mencapai angka Rp480 miliar. Maka dari itulah Pemkot Malang berharap revitalisasi bisa berjalan dengan dana APBN.

Untuk revitalisasi yang rencananya diambil alih APBN, Made juga memastikan hingga saat ini belum ada kejelasan. Sehingga, pembangunan Pasar Besar pun diputuskan untuk tak dilakukan tahun 2024 mendatang.

“Belom ada kejelasan, maka kita minta pak Pj Wali Kota segera koordinasi dengan pusat, karena usulan dari Kementerian Perdagangan belum ada. Kita cek anggaran pembangunan pasar tidak ada, sehingga anggaran relokasi juga kita tiadakan,” beber dia.

Terkait relokasi, pihaknya sempat merencanakan bakal dilaksanakan menggunakan APBD. Pemkot Malang bahkan anggarkan Rp 4 miliar untuk relokasi. Namun, seluruh rencana yang sudah dicanangkan sejak tahun 2022 silam gagal total untuk dilaksanakan menjelang tahun 2024.

“Dipastikan 2024 tidak ada agenda apapun terkait pasar besar. Ini menjawab keresahan masyarakat bahwa tidak ada pembongkaran, tidak ada relokasi, karena anggarannya sama sekali tidak ada untuk itu,” ungkapnya.

Pihaknya bersama Pemkot Malang bakal merombak rancangan pembangunan pasar besar Kota Malang tahun 2024 mendatang. Made menyebut akan memberikan waktu kepada Pj Wali Kota Malang terkait hal tersebut.

“Kita berikan waktu untuk pak Wahyu (Pj Wali Kota Malang) untuk merubah Bamus (Badan Musyawarah) mempelajari banyak sekarang yang mengarah sifatnya untuk kepentingan masyarakat, terutama pengendalian inflasi dan pengentasan kemiskinan,” ujar lelaki asal Bali ini. (mg2/bob)