Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), meluncurkan aplikasi Malang Mbois. Aplikasi ini diluncurkan untuk pelayanan satu pintu atau one stop service ke masyarakat.
Tujuan aplikasi Malang Mbois ini nantinya dapat menyatukan layanan berita, kependudukan, perizinan dan pajak daerah, kedaruratan, CCTV, aspirasi dan pengaduan, pariwisata, UMKM, Malang City Tour dan beragam fitur serta informasi lainnya yang kini bisa dijelajahi lebih mudah dalam satu genggaman.
Hal itu diungkapkan oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dalam rangkaian kegiatan Malang Digital Forum 2024 di Hotel Savana, Senin malam (1/7/2024) malam kemarin.
“Aplikasi Malang Mbois ini menjadi perwujudan keselarasan, sinergitas dan kolaborasi dari seluruh perangkat daerah di Pemkot Malang, dalam memberikan kemudahan pelayanan pada masyarakat,” ujarnya.
Ia pun menjelaskan, portal tunggal layanan publik mobile Pemkot Malang yang berbasis android pada versi awal ini telah mengonsolidasikan 31 aplikasi dengan ratusan layanan.
“Karena aplikasi layanan dari beberapa perangkat daerah Kota Malang terintegrasi dalam atu aplikasi atau bisa disebut one stop service,” tandasnya.
Wahyu juga berharap, dengan adanya Aplikasi Malang Mbois ini dapat memberikan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.
Di mana dengan peluncuran aplikasi ini bukanlah akhir dari upaya Pemkot Malang, tetapi justru merupakan awal dari perjalanan panjang menuju pemerintahan yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini semua merupakan tindak lanjut dari capaian Pemerintah Kota Malang yang masuk sepuluh besar dalam Digital Government Award 2024, serta tindak lanjut instruksi Presiden RI yang menyarankan adanya satu portal aplikasi yang terintegrasi untuk seluruh pelayanan publik.”imbuhnya.
Dalam momen peluncuran tersebut juga digelar Forum Group Discussion (FGD) Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Kota Cerdas (Smart City) sekaligus deklarasi komitmen yang diharapkan menjadi penguatan kesepahaman dan diskusi penguatan implementasinya.
“Deklarasi ini menjadi pengingat bagi mereka bahwa mereka sudah menandatangani komitmen. Dan komitmen ini akan selalu kita akan ingatkan kepada semua kepala perangkat daerah untuk terus dikawal dan akhirnya menjadi satu layanan yang mudah, aman, nyaman yang dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Malang,” pungkasnya.








