Aplikasi Entaskan Kemiskinan Kota Malang Di-Upgrade, Ada Fitur untuk Lebih Tepat Sasaran

Pj Wali Kota Malang Serahkan Paket Bantuan untuk Warga Yang Sudah Tiga Bulan Menunggu
Pj Wali Kota Malang memberikan bantuan ke KRS di Kota Malang

Kota Malang, blok-a.comPemkot Malang mengupgrade aplikasi untuk mengentaskan kemiskinan.

Aplikasi bernama Pendataan Kesejahteraan Sosial Kota Malang (PDKT SAM) diupgrade. Launching upgrade aplikasi yang kini bernama PDKT SAM Reborn itu diluncurkan pada Rabu (19/6/2024) kemarin.

Di versi upgrade ini, aplikasi PDKT SAM Reborn ini mengalami penyempurnaan fitur, seperti sudah menggunakan fitur moitoring dan evaluasi, dan geospasial.

Dengan adanya fitur itu nantinya lebih jelas data warga miskin by name dan by address.

Hal itu diungkapkan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang.

“Ini penyempurnaan fitur-fitur aplikasi karena PDKT SAM yang awal belum ada fitur monitoring dan geospasial. PDKT SAM Reborn ini sudah menggunakan monev dan geospasial, sehingga nantinya lebih jelas terkait dengan lokasi, akan lebih kelihatan juga data by name by address itu,” kata dia.

Aplikasi yang sudah di upgrade ini nanti bakal mengumpukan data kemiskinan masyarakat Kota Malang.

Data itu bakal dintegrasi kan dengan data by name, by address, dan by need.

“Data ini kita butuhkan untuk lebih tepat sasaran guna menangani kemiskinan,” ujarnya.

Kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun diperlukan untuk menyempurnakan data agar tepat sasaran dalam menangani kemiskinan.

“Semoga inovasi ini bisa terus berlanjut. Memberikan manfaar yang lebih besar bagi seuruh warga Kota Malang. Dan mudah-mudahan dengan PDKT SAM Reborn bisa semakin menurunkan angka kemiskinan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu menjelaskan, aplikasi PDKT SAM Revorn ini ada fitur tambahan monitoring dan evaluasi. Selain itu ada juga fitur geospasial supaya penanganan kemiskinan bisa lebih tepat sasaran.

Sebelumnya fitur-fitur itu tidak ada di PDKT SAM Reborn.

“Saat PDKT SAM dulu belum ada fitur monitoring dan evaluasi, sehingga kami tambahkan itu. Karena kurang monitoring, progres program kemiskinan seperti apa, tidak ada,” jelasnya.

Dari data yang dikumpulkan, angka kemiskinan di Kota Malang Malang dari tahun ke tahun terpantau mengalami penurunan. Pada tahun 2022, angka kemiskinan di Kota Malang turun sebesar 4,37 persen, kemudian kembali turun menjadi 4,26 persen pada tahun 2023.

Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan/GK) di Kota Malang pada bulan Maret 2023 sebesar 37,78 ribu jiwa. Jumlah ini turun sebesar kurang lebih 780 jiwa apabila dibandingkan dengan kondisi Maret 2022 yang sebesar 38,56 ribu jiwa. (bob)