Kaleidoskop Sutiaji: Bawa Ekonomi Kota Malang Tumbuh Tinggi Meski Pandemi Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji bersama Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji meninjau Dekranasda Fest 2022 dan Festival Mbois 7. (istimewa)

Tak hanya itu pendampingan pelaku UMKM dari dasar hingga menjadi produk siap jual juga dilakukan Pemkot Malang melalui Diskoperindag.

“Memang ada program pendampingan itu satu tahun kami dampingi pelaku UMKM. Mulai dari produk apa yang akan dijual, hingga bentuk kemasan. Nantinya pelaku UMKM itu akan didampingi oleh mentor yang sudah ahli,” jelasnya.

Tak hanya pendampingan, Pemkot Malang juga memberikan fasilitas gratis dalam pengurusan sertifikat halal hingga BPOM produk UMKM.

“Tujunnya ketika sudah ada pengurusan sertifikat halal dan BPOM itu semakin besar diterima di pasaran produk UMKM-nya,” kata dia.

Selain itu, Faried menjelaskan yang saat ini difokuskan oleh Diskoperindag Kota Malang adalah bussiness matching.

Bussiness matching ini adalah upaya Pemkot Malang melalui Diskoperindag Kota Malang untuk mempertemukan produk UMKM Kota Malang dengan pembeli.

“Ini yang kami sedang lakukan untuk mempertemukan produk dan pembeli langsung supaya langsung laku produk teman-teman UMKM Kota Malang,” tuturnya.

Salah satu bussiness matching itu juga dilakukan Wali Kota Malang, Sutiaji. Sutiaji beberapa waktu lalu terbang ke China untuk mengenalkan produk UMKM pelaku Kota Malang.

Beberapa produk UMKM di sana yang dibawa Sutiaji yakni Kalung Aksesories dari Eva Unique Accesories, Kipas dan notebook dari D’Sil Handmade, Daster Malangan dari Red Tulip, Marsalia Embrodiery dan Heny Dasterqu serta Batik Malangan dari Soendari Batik.

“Dan responnya juga positif ke luar negeri itu. Jadi memang missi Pak Wali ini ingin produk go Internasional,” tuturnya.

Saat ini memang sudah tercatat ada 20 lebih produk UMKM Kota Malang yang sudah menjual produknya ke luar negeri.

“Kami dorong terus agar ke luar negeri,” kata dia.

Wali Kota Malang dorong pertumbuhan UMKM (blok-a.com/Bob Bimantara)
Wali Kota Malang dorong pertumbuhan UMKM (blok-a.com/Bob Bimantara)

Perjuangan UMKM Kota Malang saat Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 membuat membuat salah satu Pelaku UMKM Kota Malang, Rully Hery Siswoyo bersama istri Riza Wirianti ekonominya hancur.

Usaha yang dibangun sejak 2015 berupa es krim mochi bangkrut. Dia rugi akibat sepinya orderan saat Pandemi Covid-19 pada tahun 2021.

“Sempat bangkit mas pada tahun 2021 saya jual frozen tapi langsung merosot lagi,” kata dia dikonfirmasi blok-a.com.

Dia menceritakan waktu itu hidupnya redup. Tidak ada penghasilan masuk. Usahanya bangkrut.

Alhasil, mobil yang ia cicil terpaksa dijual saat pandemi Covid-19 itu.

“Mobil yang biasa kami gunakan kami jual. Hidup saya seperti dikeplek-keplek terus dibanting mas,” kata dia.

Pada tahun 2022 dia mulai bangkit. Untungnya Pemkot Malang waktu itu sedang gencar-gencarnya mengembangkan geliat UMKM Kota Malang.