Kabupaten Malang, blok-a.com – Target penerimaan pajak KPP Pratama Kepanjen pada 2026 melonjak tajam. Tahun ini, institusi tersebut dibebani target sebesar Rp1,903 triliun, naik 76 persen dibanding target 2025 yang sebesar Rp1,093 triliun.
Lonjakan signifikan tersebut tidak lepas dari besarnya kontribusi industri hasil tembakau di wilayah kerja KPP Pratama Kepanjen. Sektor pabrik rokok selama ini menjadi tulang punggung penerimaan pajak.
Kepala KPP Pratama Kepanjen, Anis Yudiono, mengatakan capaian target 2025 berhasil menyentuh 100 persen. Namun, kenaikan target 2026 jauh lebih tinggi dibanding kenaikan nasional yang berada di kisaran 26 persen.
“Tahun kemarin target kami Rp1,093 triliun dan tercapai 100 persen. Tahun ini naik menjadi Rp1,903 triliun atau meningkat 76 persen. Mudah-mudahan tahun ini juga bisa tercapai,” ujar Anis.
Ia menambahkan, dominasi industri hasil tembakau menjadi faktor utama dalam perhitungan potensi penerimaan pajak di wilayah selatan Kabupaten Malang tersebut.
“Bagi kami yang dominan memang industri rokok atau hasil tembakau,” imbuhnya.
Ketergantungan terhadap satu sektor ini dinilai menjadi kekuatan sekaligus tantangan. Di satu sisi, industri rokok memberikan kontribusi signifikan dan stabil terhadap penerimaan negara. Namun di sisi lain, fluktuasi kebijakan cukai, regulasi nasional, maupun dinamika industri tembakau dapat berdampak langsung terhadap capaian target pajak di daerah.
Meski demikian, Anis menyebut pihaknya terus berupaya mengoptimalkan sektor lain agar struktur penerimaan lebih beragam. Ia juga mengakui masih terdapat wajib pajak yang belum optimal dalam memenuhi kewajibannya.
“Lumayan tertib, tetapi pasti ada yang belum optimal pembayarannya. Itu yang menjadi PR kami untuk terus melakukan sosialisasi,” bebernya.
Sebagai informasi, Kabupaten Malang terbagi dalam dua wilayah kerja KPP, yakni KPP Pratama Singosari untuk wilayah utara dan KPP Pratama Kepanjen untuk wilayah selatan yang membawahi 22 kecamatan.
Dengan lonjakan target hingga hampir Rp2 triliun pada 2026, KPP Pratama Kepanjen menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas penerimaan, terutama dari sektor industri hasil tembakau yang selama ini menjadi penopang utama. (yog/bob)








