Kota Malang, blok-a.com – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) meluluskan 38 dokter dengan tingkat kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) mencapai 100 persen. Capaian tersebut ditandai dengan pelaksanaan Bai’at Dokter Muslim Periode ke-47 di Gedung Pascasarjana Lantai 7 Unisma, Kota Malang, Minggu (18/10/2026).
Pada periode ini, nilai Computer Based Test (CBT) tertinggi yang diraih lulusan mencapai 95,33, mendekati nilai tertinggi nasional sebesar 98. FK Unisma juga memberikan penghargaan untuk kategori lulusan terbaik, nilai CBT terbaik, nilai Objective Structured Clinical Examination (OSCE) terbaik, dan indeks prestasi kumulatif (IPK) terbaik.
Dekan FK Unisma, dr. Rahma Triliana, M.Kes., Ph.D., menyampaikan bahwa kelulusan 100 persen kali ini menjadi capaian ke-24 bagi fakultas tersebut. FK Unisma juga telah mencatatkan kelulusan 100 persen sebanyak 13 kali berturut-turut selama masa kepemimpinannya sebagai dekan.
“Hal ini mencetak kelulusan 100 persen FK Unisma yang ke-24 dan 13 kali berturut-turut selama saya menjadi dekan,” ujar dr. Rahma.
Ia menambahkan, nilai CBT tertinggi lulusan periode ini hanya terpaut sedikit dari capaian tertinggi nasional. Menurutnya, hasil tersebut menjadi salah satu catatan dalam kelulusan periode Agustus 2026.
“Nilai tertinggi lulusan periode ini adalah 95,33 dan secara nasional tertingginya 98, jadi kurang sedikit lagi dan tidak jauh jaraknya,” ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa bai’at bukan menjadi penanda berakhirnya perjuangan para lulusan. Setelah melewati proses pendidikan dan uji kompetensi, mereka akan memasuki profesi yang membawa tanggung jawab besar terhadap pasien dan masyarakat.
“Jadilah orang yang baik. Karena kalau sudah jadi orang yang baik, pasti jadi dokter yang baik,” pesannya.
Ia pun juga menitipkan tiga pesan kepada para dokter baru, yakni menjaga nama baik diri sendiri, orang tua, dan institusi. Dikatakannya, karakter yang dibangun selama menempuh pendidikan di FK Unisma harus menjadi bekal ketika mereka menjalankan profesi kedokteran.
Sementara itu, Rektor Unisma, Prof. Junaidi, turut menyampaikan selamat kepada 38 lulusan yang mengikuti Bai’at Dokter Muslim Periode ke-47. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang mahasiswa, mulai dari proses seleksi, pendidikan akademik, hingga pendidikan profesi dokter.
Prof Junaidi menegaskan, proses penerimaan mahasiswa FK Unisma menerapkan standar akademik yang ketat dan mengutamakan kemampuan calon mahasiswa.
“Kami selalu menekankan kepada Fakultas Kedokteran, kepada tim seleksi, untuk benar-benar menegakkan standar akademik yang ketat. Tidak ada titipan-titipan,” tegasnya.
Ia juga meminta para lulusan untuk menghayati setiap butir bai’at yang diucapkan. Menurutnya, janji profesi tersebut tidak cukup hanya dibacakan, tetapi perlu menjadi pedoman dalam setiap tindakan saat menjalankan tugas sebagai dokter.
“Tolong butir-butir bai’at nanti bukan sekadar dibaca di lisan, tetapi dimasukkan dalam hati, direnungkan dalam hati, dan diingat dalam setiap langkah, dalam setiap usaha kalian semua dalam menjalankan profesi kedokteran nanti,” pesannya.
Prof Junaidi berharap para dokter baru dapat menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater. Ia juga mengingatkan agar profesi kedokteran dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada sesama sekaligus ibadah kepada Allah SWT. (ber)








