Haul Akbar Pendiri Unisma, Rektor Ajak Sivitas Lanjutkan Perjuangan Pendahulu

Haul Akbar Pendiri, Keluarga Pendiri Unisma, Keluarga dan Keluarga Universitas Islam Malang. (blok-a.com / M Berril Labiq)
Haul Akbar Pendiri, Keluarga Pendiri Unisma, Keluarga dan Keluarga Universitas Islam Malang. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Haul Akbar Pendiri, Keluarga Besar Unisma, dan Keluarga dari Keluarga besar, Selasa (10/2/2026), berpusat di Masjid Ainul Yaqin, Unisma. Kegiatan ini menjadi momentum doa sekaligus refleksi atas perjuangan para pendiri dan pengabdi Unisma.

Rangkaian acara haul ini dimulai dari khatmil quran, pembacaan Yasin dan tahlil, sholat duhur berjamaah, hingga mauidhoh hasanah. Dihadiri sivitas beserta keluarga besar, tradisi besar ini nampak istimewa dengan mengundang Pengasuh PP Nurul Hikmah Assalafiyah Poncokusumo Malang, KH Ihsan Nur.

Rektor Unisma, Prof. Junaidi mengatakan, Haul Akbar digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bagi para pendahulu yang telah memperjuangkan berdirinya Unisma melalui jalan pendidikan tinggi.

“Belajar dari semangat para pendahulu kita, bagaimana beliau-beliau itu telah berjuang dengan sangat keras tanpa pamrih apa pun, hanya karena keinginan untuk mensyiarkan agama Islam melalui jenjang pendidikan tinggi,” katanya.

Pada masa awal pendirian, lanjut Junaidi, Unisma dibangun dari keterbatasan. Para pendiri mengumpulkan modal secara swadaya untuk mendirikan perguruan tinggi tersebut, bahkan sejumlah jabatan saat itu harus dirangkap karena keterbatasan sumber daya.

“Konon, sembilan pendiri Unisma saat itu urunan masing-masing sekitar satu juta rupiah hingga terkumpul sembilan juta sebagai modal awal. Dengan segala keterbatasan, Unisma terus berkembang, dan hari ini kita tinggal menikmati hasil dari perjuangan serta keikhlasan beliau-beliau,” ujarnya.

Haul ini, dinilainya, menandai sejarah panjang Unisma yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Sehingga ia mengajak sivitas akademika Unisma untuk menjadi menjadi penerus yang baik. Termasuk dengan mengembangkan apa yang telah diamanah para pendiri.

“Sebagai generasi penerus, sebagai santri-santri beliau, kita semua berkewajiban melanjutkan perjuangan itu dengan terus mengabdi dan mengembangkan Unisma,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Unisma, Prof. Agus Sugianto, menyebut Haul Akbar menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendiri, perintis, dan pengabdi Unisma yang telah wafat. Melalui kegiatan ini, civitas akademika diajak untuk meneladani nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan para pendahulu.

Ia menjelaskan, nilai tersebut sejalan dengan falsafah Jawa mikul dhuwur mendhem jero, yakni menjunjung tinggi jasa para pendiri sekaligus menyimpan kekurangan mereka sebagai bagian dari sifat manusia.

“Para pendiri Unisma bukanlah malaikat, mereka manusia yang memiliki sisi baik dan buruk. Yang kita kenang hari ini adalah kebaikan-kebaikannya, sementara kekurangannya kita pendam sedalam-dalamnya, agar Unisma mendapatkan barokah dan terus berkembang sesuai tujuannya menjadi world class university,” tutupnya. (ber/bob)