Pembangunan Kampus II UB di Kepanjen Capai 50 Persen, Ditargetkan Rampung Maret 2027

Bupati Malang, HM Sanusi saat meninjau progres pengerjaan kampus UB II di Kepanjen (foto: dok. Prokopim)
Bupati Malang, HM Sanusi saat meninjau progres pengerjaan kampus UB II di Kepanjen (foto: dok. Prokopim Kabupaten Malang)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, telah mencapai progres sekitar 50 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama DPRD Kabupaten Malang dan pihak UB menargetkan pembangunan dua gedung baru Fakultas Vokasi tersebut rampung pada Maret 2027.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, pembangunan diharapkan selesai sesuai target sehingga kegiatan perkuliahan dapat dimulai pada 2027.

“Insya Allah di bulan Maret 2027 sudah selesai, maka UB di tahun 2027 itu sudah menerima mahasiswa baru. Pembangunan dua gedung ini terwujud juga berkat dukungan Ketua DPRD, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Malang,” ujar Sanusi, Rabu (21/10/2026).

Kampus II UB berdiri di atas lahan seluas sekitar 28 hektare yang berlokasi di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen. Pengembangan kawasan tersebut menjadi bagian dari kerja sama Pemkab Malang dan UB. Guna memperluas akses pendidikan vokasi sekaligus mendekatkan pembelajaran praktik dengan kebutuhan industri.

Selain menunjang kegiatan akademik, keberadaan kampus ini diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya di Kepanjen dan wilayah Malang Selatan.

Sanusi menyebut, pembangunan kampus sempat menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait perubahan pengelolaan aset. Namun, ia menegaskan bahwa perubahan tersebut merupakan perpindahan kewenangan pengelolaan, bukan pembagian aset.

“Walaupun awalnya, ya banyak halangan, rintangan, dan ujian. Di Kabupaten Malang ini setiap ada perubahan, selalu ada pro kontra. Ini aset negara dipakai negara, jadi bukan dibagi-bagi. Hanya pindah pengelolaan saja, yang sebelumnya pendelegasian kewenangan pengelolaan itu ada di Pemkab Malang, dan sekarang ini berpindah atau ada di Kemendiknas. Alhamdulillah hari ini, sudah terwujud bangunan, yang diperkirakan ada 6 ribu mahasiswa akan ada di sini. Tentunya akan mendongkrak perkembangan ekonomi di wilayah sekitar Kampus II UB,” jelasnya.

Dalam rencana pengembangannya, kawasan Kampus II UB akan dibagi menjadi dua zona utama, yakni Fakultas Vokasi dan Science Technopark (STP). Kawasan STP dirancang dilengkapi mini laboratory factory untuk mendukung kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Dengan estimasi anggaran proyek sekitar Rp115 miliar, pembangunan Kampus II UB diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu. Pemkab Malang dan DPRD Kabupaten Malang pun mendorong agar target penyelesaian pada Maret 2027 tercapai sehingga penerimaan mahasiswa baru dan kegiatan perkuliahan dapat dimulai pada tahun yang sama. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.