Bunga Pohon Tabebuya Segarkan Mata Pengguna Jalan di Kota Malang

Bunga Pohon Tabebuya Segarkan Mata Pengguna Jalan di Kota Malang
Bunga Pohon Tabebuya Segarkan Mata Pengguna Jalan di Kota Malang (blok-a/Agus Demit)

Kota Malang, blok-a.com –  Indahnya warna-warni bunga Pohon Tabebuya nampak bermekaran di sudut sudut jalanan Kota Malang. Hal ini pun memberikan keasrian dan kesejukan bagi pejalan kaki maupun pengendara di Kota Malang.

Pantauan blok-a.com, bunga dari Pohon Tabebuya yang mirip dengan bunga sakura ditemui di sebelah utara Lapangan Rampal, Jalan Rongolawae, Jalan Tawangmangu, Jalan terusan Kesatrian, dan  kawasan Kayutangan Haritage dan sejumlah wilayah protokol jalan di Kota Malang.

“Cukup cantik nan indah kalau melihat bermekaran bunga Tabebuya di utara Lapangan Rampal ,”ujar Narti warga Jalan Hamid Rusdi, Bunulrejo kepada blok-a.com, Selasa (14/11/2023).

Narti pun cukup senang karena setiap pagi dia memiliki pemandangan berbeda saat ini. Pagi yang diisi olahraga dengan suami menjadi indah dengan pemandangan warna-warni bunga dari Pohon Tabebuya.

“Disamping indah dan memberikan kesejukan dihati,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Malang, Laode Kulaita menjelaskan, memang bunga dari Pohon Tabebuya itu bakal bermunculan saat bulan November. Selain itu biasanya bunga tersebut juga bermekaran pada bulan Juli atau Agustus.

“Bunga Tabebuya akan berbunga dalam waktu 2,5 – 3 tahun  usia tanam dan biasanya hanya berbunga setahun sekali, berkisar antara Juli sampai November,” jelasnya dikonfirmasi blok-a.com, Selasa (14/11/2023).

Dijelaskan Laode, berbunganya Tabebuya juga pertanda akan datangnya pergantian musim penghujan ataupun musim kemarau.

“Setahu saya kalau bunga tabebuya bermekaran pasti akan datang musim hujan atau musim kemarau,” bebernya.

Diungkapkan Laode, tabebuya berbentuk seperti terompet dengan panjang 5 sampai 8 centimeter. Warna bunganya pun beragam, yakni putih, merah muda (pink), atau ungu.

“Bunga-bunga indah berwarna putih, merah muda, dan kuning yang menyerupai bunga sakura, tapi Tabebuya bukan Bunga Sakura lo,” terang Laode lagi.

Perlu diketahui habitat asli Tabebuya di Brasil berada di daerah dengan iklim kering, sehingga tanaman ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering.

Hal ini sangat sesuai karena tanaman penghijauan umumnya dihadapkan pada kurangnya penyiraman disaat musim kemarau.

Dan cara penanaman pohon Bunga Tabebuya kata Laode, adalah dengan menyemaikan biji dengan kedalaman tanah 3 kali diameter biji. Tanamlah biji tersebut di tempat yang cukup sinar matahari.

“Pindahkan biji ke polybag dengan campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1 banding 1  bila sudah keluar 3 hingga 4 daun,  biarkan tanaman tabebuya hingga setinggi 50 sampai 70 centimeter di polybag sebelum dipindahkan ke taman,” jelasnya.

Di Kota Malang sendiri, Pohon Tabebuya itu banyak ditanam karena menjadi salah satu opsi pohon penghijauan. Jadi ketika masyarakat ingin memotong pohon yang ada di depan rumahnya harus mengganti dengan menanam pohon lainnya.

Pohon lainnya ini salah satu yang disarankan adalah Pohon Tabebuya.

“Biasanya masyarakat yang ingin memotong pohon harus koordinasi sama petugas potong pohon dari DLH Kota Malang dan harus mengganti pohon penghijauan salah satunya pohon Bunga Tabebuya,” urainya.

Sebab Pohon Tabebuya sifatnya tidak merusak saat mulai besar nantinya. Akar Tabebuya tidak akan merusak bangunan atau jalanan. Malahan, Pohon Tabebuya bakal memunculkan keindahan berupa bunga yang bisa dinikmati pengguna jalan di Kota Malang.

“Sebab, akarnya tidak merusak bangunan rumah atau gedung yang ada di dekatnya,” pungkasnya. (mg1/bob)