Kota Malang, blok-a.com – Seorang suami di Malang tega habisi nyawa sang istri. Bahkan sang suami juga melakkan mutilasi istri di rumah di Jalan Serayu Kota Malang.
Pelaku yakni JM (61), sedangkan korban selaku istrinya yakni MD (56), warga setempat.
Berikut fakta-fakta suami mutilasi istri yang berhasil di himpun Blok-acom di lokasi kejadian di rumah Jalan Serayu, Kota zmalang
1. Peristiwa pembunhan di rumah
Dari pantauan Blok-a.com di lapangan, aksi sadis yang dilakukan oleh JM (61) terhadap istrinya, yakni MD (56) terjadi di rumahnya yang berlokasi di Jalan Serayu, Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto. Ia mengatakan, pelaku sempat menyerahkan diri ke pihak kepolisian pada Minggu (31/12/2023).
“Pelaku mengakui perbuatannya. Setelah ini kami lakukan pemeriksaan,” jelas Danang, Minggu (31/12/2023).
2. motif diduga masalah rumah tangga
Lebih lanjut, Danang juga menyebutkan, terkait motif pembunuhan mutilasi ini diduga dilatarbelakangi adanya masalah keluarga. Sang istri dikabarkan sudah lama tak pulang ke rumah.
“Kemarin kembali ke Malang untuk mengikuti kegiatan,” kata dia.
Sebelumnya, pada Sabtu (30/12) kemarin, kata Danang, warga sempat mendengar cekcok antar suami istri dalam rumah itu. Namun beberapa waktu kemudian suara perdebatan itu tidak terdengar lagi. Waktu malam itu diduga JM melakukan pembunuhan itu ke istrinya.
3. tetangga sempat dengar teriakan
Tetangga sekitar rumah sempat dengar teriakan pada Sabtu (30/12) kemarin malam, diduga teriakan tersebut merupakan suara MD (52) yakni korban mutilasi.
Hal tersebut dibenarkan oleh Ibu Ketua RW setempat, Endang. Ia mengatakan, pada saat malam hari terdengar teriakan yang diduga bersumber dari kediaman korban maupun pelaku.
“Awalnya dengar kemarin teriak-teriak minta tolong,” kata dia.
Namun, Endang mengatakan, warga tidak berani mendekat ke rumah itu. Sebab, keluarga MD dan JM terkenal anti sosial, dan memang JM sendiri terkenal sering melakukan KDRT.
“Teriak-teriak minta tolong gak ada yang berani,” kata dia.
Akhirnya teriakan itu pun usai. Awalnya Endang mengira, tidak ada pembunuhan. Namun dia baru tau, ada pembunuhan setelah JM menyerahkan diri ke polisi Minggu (31/12/2023) pagi ini.
“Dia menyerahkan ke Polsek katanya,” ujarnya.
4. pelaku terkenal tempramen dan KDRT
Sementara itu, Ibu RW setempat, Endang mengatakan, pelaku pembunuhan terkenal tempramen. Bahkan, pelaku beberapa kali melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap korban.
“Iya mas sering KDRT. Tapi ya gitu, siapapun dilawan,” ujar Endang ke blok-a.com, Minggu (31/12/2023) pagi.
Endang menjelaskan, meskipun JM diketahui kerap KDRT, warga sekitar rumah JM tidak berani menolong MD, sang istri. Sebab, JM terkenal tempramen. Warga pun malah diancam balik jika mengurus urusan rumah tangga JM.
“Tapi ya gak berani mas. Sini juga diancam kok,” ujarnya.
Selain itu, warga juga mengenal JM juga orangnya anti sosial. JM tidak pernah kumpul atau melakukan kegiatan sosial di daerah Jalan Serayu.
“Dia itu anti sosial mas,” pungkasnya. (ptu/bob)








