Kota Malang, blok-a.com – Belum genap seminggu kasus begal Cor Jesu, kasus serupa terjadi lagi di Kota Malang. Kali ini, dugaan kekerasan jalanan atau begal tersebut terjadi di Jalan Mayjen Panjaitan atau juga dikenal wilayah Betek Kota Malang pada hari Selasa (16/1/2024) dini hari sekitar pukul 01.20.
Kasus tersebut diceritakan oleh seorang pelajar pendatang yang melapor ke akun X @infomalang. Yang menjadi masalah adalah modus yang digunakan pelaku hampir sama seperti kasus di Cor Jesu, dimana korban dipepet oleh tiga sepeda motor, yang kali ini dikendarai oleh masing-masing satu orang saja.
“Pada pukul 01.20 pagi kemarin saya lewat jalan sepanjang Betek yang gelap itu loh. Saya berkendara sendiri pakai Aerox, terus dari belokan ada 3 motor yang dinaikin masing-masing, 3 anak,” cerita korban.
Menurut pantauan Blok-A.com, tikungan yang dimaksud adalah pertigaan Jalan Bogor. Sementara jalan gelap yang dimaksud kemungkinan adalah Jalan Mayjen Panjaitan sebelah timur pertigaan tersebut.
Korban awalnya tidak memiliki pikiran negatif tentang tiga pengendara tersebut. Namun, pikiran itu mulai datang saat ketiga motor tersebut mengatur formasi memepet korban dan salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam.
“Mereka mendekat dan langsung suruh berhentikan motorku sambil bawa sajam atau semacam pedang kecil. Karena saya takut jadi saya lebih pilih tancap gas,” jelas korban.
Korban yang dikejar oleh tiga motor itu akhirnya melihat sebuah angkringan yang masih buka di daerah tersebut. Kebetulan angkringan yang menurut pantauan Blok-A.com kemungkinan berada di dekat LP3i tersebut terlihat ramai.
“Akhirnya dikejar sampai ada orang jual angkringan , disitu ramai terus anak-anak yang ngejar saya putar balik ke arah atas (arah barat yang jalannya memang menanjak, red.),” jelas korban.
Fritz D Manafe yang sebelumnya menjadi korban di kasus Cor Jesu mengatakan ia langsung dihubungi oleh pihak kepolisian selepas polisi mendengar laporan kasus di Betek tersebut.
“Ditanya apakah ada informasi dari pihak saya, saya jawab tidak ada. Tapi kalau polisi menghubungi saya kan ada indikasi mereka itu komplotan yang sama,” tutur Fritz saat ditemui Blok-A.com di sebuah acara di Jalan Semeru.
Terbaru, bahkan seorang pengendara juga mengaku mengalami pemepetan dan ancaman serupa di wilayah pertigaan pasar Blimbing, tepatnya di samping Masjid Sabilillah.
Korban kejadian di Blimbing ini melaporkan lewat akun X-nya @cvltlord.” MALANG ONOK KLITIH IKU WES TAEK COK! GENDENG A AKU DI KEPUNG AREK 6/7 AN SAMPEK SABILLILLAH MBOKNEANCOK! (Malang ada klitih itu sudah *. Gila ya, aku dikepung anak 6/7an sampai Sabilillah **” Ungkapnya.
Korban mengaku selamat dari kepungan pelaku setelah berbelok ke kedai kopi Tjap Panorama di sebelah barat Jalan Jago.








