Kota Malang, blok-a.com – Wilayah Indonesia termasuk Kota Malang mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026 ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun kebakaran yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno mengatakan, kondisi cuaca saat ini masih fluktuatif. Pada pagi hari cuaca bisa mendung, sementara sore hingga malam masih berpotensi turun hujan.
“Secara umum kita kan sudah memasuki musim kemarau. Sehingga kita fokus di hal-hal yang kaitannya dengan cuaca panas yang lebih panjang dari sebelumnya,” ujar Prayitno saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, BPBD terus melakukan pemantauan kondisi cuaca bersama pejabat kewilayahan dan memperbarui informasi cuaca secara berkala guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
“Kami setiap hari merilis prediksi cuaca dan yang setiap dua jam kita perbaharui untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat,” tambahnya.
Prayitno menjelaskan, meskipun intensitas hujan mulai menurun, potensi bencana seperti tanah longsor dan banjir tetap perlu diantisipasi, terutama akibat kondisi tanah yang masih labil.
“Prediksi secara umum adalah kemarau, namun secara parsial beberapa daerah masih ada kejadian hujan yang tidak ekstrem. Tapi longsor dan sebagainya, karena pelunakan tanah sepanjang sungai tetap ada,” jelasnya.
Selain itu, BPBD juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran saat musim kemarau. Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) telah dilakukan untuk mitigasi dini di sejumlah wilayah rawan.
“Potensi-potensi yang memicu terjadinya kebakaran itu tetap harus kita waspadai,” tuur Prayitno.
Ia menyebut, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan terkait antisipasi kebakaran lahan tebu. Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga memperbarui peralatan pompa di wilayah rawan.
“Kami sudah koordinasi dengan teman-teman Dinas Pertanian dan Pangan terkait potensi kebakaran kebun tebu. Teman-teman DLH juga sudah memperbaharui peralatan pompa yang ditempatkan di wilayah Sukun,” ujarnya.
Meski demikian, Prayitno menilai ancaman kekeringan di Kota Malang relatif lebih terkendali dibanding daerah lain karena didukung layanan air bersih dari Perumda Air Minum Tugu Tirta.
“Debit air memang sudah turun sekitar 60 persen, tapi ini sudah termanajemen oleh teman-teman PDAM,” bebernya.
BPBD Kota Malang pun mengajak masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan aktif melakukan mitigasi mandiri menghadapi perubahan cuaca selama musim kemarau berlangsung. (yog/bob)








