Ketua RW di Kota Malang Optimis Wahyu Hidayat Bisa Anggarkan Program Rp 50 Juta per RT

Wahyu Hidayat Yakin Elektabilitasnya Tertinggi di Pilkada Kota Malang
Wahyu Hidayat bersama relawan Markisa untuk pemenangannta di Pilkada Kota Malang, Minggu (6/10/2024) (Blok-a/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Program Rp 50 juta untuk setiap RT yang ada di Kota Malang merupakan salah satu program unggulan dari pasangan calon (Paslon) WALI, Wahyu Hidayat – Ali Muthohirin

Wahyu Hidayat mengatakan, program tersebut merupakan salah satu keinginan dari masyarakat saat dirinya masih menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang selama 10 bulan 17 hari.

“Ini kan evaluasi saya selama menjabat jadi Pj Wali Kota Malang kemarin. Banyak keinginan terkait dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Lalu, kami buat dalam lima program prioritas tersebut,” kata Wahyu.

Menanggapi hal tersebut, salah satu ketua RW di Kota Malang, Sukarman menyambut program ini dengan antusias. Ia mengaku yakin program tersebut akan terwujud jika nantinya Wahyu Hidayat terpilih sebagai Wali Kota Malang.

“Saya positif saja, karena dia (Wahyu Hidayat) pengalaman di penghitungan dan mantan Pj juga mantan sekda (kabupaten). Jadi pastinya tahu hitungan-hitungan tersebut,” ujar Ketua RW 08 Kelurahan Cemorokandang ini.

“Karena kalau legislatif sudah bergandeng dengan eksekutif, itu sudah care. Insya allah program Rp 50 juta untuk RT sudah pasti terjadi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wiji Ketua RW 04 Kelurahan Cemorokandang juga menyampaikan bahwa pihaknya percaya penuh program tersebut akan terealisasi jika nantinya Wahyu Hidayat terpilih sebagai Wali Kota Malang.

“Beliau (Wahyu Hidayat) orang yang berpengalaman di birokrasi. Bukan lagi orang baru, untuk prioritas skalanya sudah pasti diperhitungkan,” kata Wiji.

Dengan program Rp 50 juta ini, Wiji berharap semua RT sangat harus mendukung program ini untuk percepatan pembangunan di wilayah RT masing-masing di Kota Malang.

“Saya sebagai ketua RW sangat mendukung, karena kami tidak perlu gencar lagi banyak-banyak kirim proposal ke pusat. Karena sudah ada program ini,” imbuh Wiji. (mg1/bob)