Pemilu 2024 Diprediksi Saat Musim Hujan, Wilayah Ini Bakal Jadi Tantangan Khusus Bagi KPU

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilu, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika. (Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Gelaran pemilihan umum (Pemilu) pada Februari mendatang diprediksi berlangsung saat musim penghujan di Kabupaten Malang.

Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang mulai lakukan pemetaan daerah rawan hingga antisipasi kemungkinan yang akan terjadi saat Pemilu di musim Penghujan.

Menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada akhir November atau awal Desember, Kabupaten Malang akan dilanda musim hujan dengan intensitas tinggi, hingga angin kencang, banjir dan tanah longsor.

Untuk itu, kondisi geografis menjadi perhatian khusus untuk KPU Kabupaten Malang. Khusunya saat pendistribusian logistik pemilu.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika menyebut, terdapat sejumlah daerah yang memerlukan perhatian secara intens.

Di antaranya yakni Desa Tempursari Kecamatan Donomulyo, Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan, Desa Wonorejo Kecamatan Singhasari, dan Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading.

“Daerah-daerah tersebut berdasarkan informasi dan masukan dari teman-teman adhoc,” terang Dika saat ditemui belum lama ini.

Dika sapaan akrabnya menyebut, sejumlah daerah rawan tersebut memiliki akses yang cukup sulit terlebih saat musim hujan, kondisi jalan masih bebatuan tanpa aspal.

Bahkan, beberapa diataranya merupakan desa terpencil dan hanya bisa ditempuh menggunakan roda dua atau dengan jalan kaki.

“Jalannya ngeri-ngeri sedap, ada yang bebatuan. Yang di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari itu hanya bisa diakses dengan jalan kaki atau motor trail karena medannya susah dan jaraknya kurang lebih 15 kilometer masuk ke desa,” jelasnya.

Selain akaes yang susah, sejumlah wilayah tersebut juga rawan bencana, seperti banjir bandang, tanah longsor dan gempa bumi. Untuk itu, perlu waspada saat pendistribusian logistik pemilu saat musim penghujan tiba.

Kendati demikian, Dika menyebut pihak kepolisian juga telah menyiapkan pendampingan dan pengawalan untuk mengamankan pendistribusian logistik.

“Saya pikir di Kabupaten Malang sudah berpengalaman menyelenggarakan pemilu dan ini tidak baru melainkan berkali-kali. Ada masalah tapi bisa terselesaikan,” ungkapnya.

Meminimalisir resiko, Dika menambahkan, perluadanya prosedur pengiriman yang aman. Termasuk pelindungan barang yang dikirim tidak boleh dibawa dalam kondisi terbuka.

“Ada perlindungan barang yang dikirim, tidak boleh dibawa kondisi terbuka, artinya itu perlu ditekankan secara berulang-ulang supaya mereka (ekspedisi) tahu betul bahwa ini ada pelindungan lebih. Tidak boleh kena air,” pungkasnya. (ptu/bob)