Kota Malang, Blok-a.com Perjalanan ke Coban Sewu sendiri sudah seru, tetapi melewati jalur Bululawang → Turen → Dampit → Ampelgading menyimpan banyak permata tersembunyi alam yang bisa kamu singgahi satu per satu. Dari hutan bambu yang memiliki udara asri dan sejuk, kolam sumber mata air yang jernih kebiru-biruan, sampai air terjun dengan pelangi alami. Semuanya searah dan ramah di kantong.
Taman Wisata Sumber Alam
Terletak di Jalan Raya Talang Suko No. 17, Kecamatan Turen, Taman Wisata Sumber Alam merupakan destinasi pertama yang sangat cocok sebagai pemanasan sebelum rute panjang ke Coban Sewu. Letaknya sangat strategis di pinggir jalan utama, sehingga tidak perlu masuk jauh-jauh.
Menurut banyak pengunjung di Google Maps, tempatnya cocok untuk anak-anak bermain air di kolam alami yang jernih, dikelilingi pepohonan rindang yang memberi suasana sejuk meski siang hari bolong. Tempat parkirnya cukup luas sehinga aman bagi kamu yang membawa mobil keluarga. Warung dan fasilitas dasar tersedia, jadi bisa mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan. Taman Wisata Sumber Alam buka pukul 06.30 – 16.30 WIB. Harga tiket masuk kurang sekitar Rp10.000 per orang.
Boonpring Andeman
Berlokasi di Jl. Andeman, Kecamatan Turen, Boonpring Andeman adalah ekowisata yang bukan sekadar “hutan bambu biasa”. Tempat yang memiliki lebih dari 60 jenis bambu dari berbagai penjuru dunia, yang menjadikannya salah satu koleksi bambu terlengkap di Jawa Timur. Di tengah-tengah hutan bambu yang rimbun ini terdapat danau alami Andeman yang airnya berasal langsung dari 6 mata air.
Selain berjalan-jalan di bawah kanopi bambu yang adem, kamu bisa menyewa perahu, naik kuda, atau coba wahana outbound. Bagi yang datang bersama keluarga, ada kolam renang anak yang dangkal dan aman. Fakta uniknya, ekowisata ini punya dampak nyata bagi warga Sanankerto mulai dari homestay, galeri kerajinan bambu, hingga Kampoeng Rolas sebagai sentra pangan lestari desa. Bisa juga membeli cendera mata seperti asbak bambu atau ukiran kayu. Buka pukul 08.00 – 16.00 WIB. Harga tiket masuk Rp5.000 – Rp10.000 per orang.
Umbulan Dampit
Jika Boonpring merupakan surga bambu, maka Umbulan adalah surga mata air yang berada di Desa Umbulrejo, Ubalan. Tempatnya menyimpan dua daya tarik sekaligus: kolam renang dengan mata air yang segar (ada kolam anak dan kolam dewasa), serta danau yang airnya sangat jernih, yang sering digunakan untuk berkeliling dengan perahu.
Pengunjung yang bapak pernah ke sini banyak menceritakan soal memperkenalkan perahu yang ramah dan komunikatif, siap membawa kamu ke spot-spot foto terbaik di tengah danau. Kebersihan area terjaga, tersedia kamar mandi dan mushola. Biaya pribadi? Tidak ada tiket resmi, cukup bayar seikhlasnya untuk perawatan. Ada beberapa warung yang menjual kopi, gorengan, dan jajanan ringan. Untuk makan berat, enaknya bawa sendiri untuk bekal piknik.
Coban Ciblungan
Beralamat di Jalan Raya Dampit – Lumajang, Coban Ciblungan adalah air terjun tersembunyi yang masih alami di ujung Kecamatan Ampelgading. Keunikan Coban Ciblungan adalah banyak aliran sekaligus dalam satu spot, ada juga satu air terjun utama yang diikuti beberapa aliran kecil dari mata air sekitar. Aliran tersebut menghasilkan kolam alami jernih yang tidak terlalu dalam, cocok untuk berendam atau air utama dengan anak-anak.
Dari area parkir ke air terjun hanya butuh jalan kaki sekitar 5–10 menit, treknya ringan, cocok buat segala umur, meski perlu hati-hati karena batu di sekitar air bisa licin. Tiket masuknya murah meriah. Suasana masih alami dan belum terlalu ramai, sangat cocok sebagai tempat penyembuhan. Buka pukul 08.00 – 16.00 WIB. Harga tiket masuk Rp10.000 ditambah biaya parkir Rp5.000.
Coban Srengenge
Ini destinasi penutup sempurna sebelum atau sesudah ke Coban Sewu. Berjarak sekitar 4-5 kilometer dari Coban Sewu, tepatnya di Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading. Coban Srengenge menawarkan pengalaman yang berbeda dengan tiga tingkatan air terjun dalam satu kawasan. Keunikan utamanya adalah fenomena alami yang sering muncul pelangi saat sinar matahari menyinari percikan udara. Ini tempat foto yang sering dicari pembuat konten.
Fasilitasnya memang masih sederhana karena dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat, namun justru itulah nilai lebihnya. Suasananya juara dan harga tiketnya sangat terjangkau. Dengan biaya murah yang meriah, hanya perlu mengeluarkan Rp2.000-5.000 per orang benar-benar menggambarkan ungkapan “bayar sedikit, dapat banyak”.
Tips: Berangkatlah sebelum pukul 08.00 agar suasana masih sepi dan lebih mudah mendapatkan tempat parkir. Bawa baju ganti, sandal gunung atau alas kaki anti slip, serta bekal makanan, minuman, dan uang tunai secukupnya. Sebelum berangkat, cek kondisi cuaca karena hujan dapat membuat jalur licin dan debit air meningkat.
Penulis: Hilqudzdzikri Latifatur Rukh (Mahasiswa magang dari STIBA Malang)








