Malang Kota, Blok-a.com. Singosari sering kali hanya dikenal sebagai jalur penghubung menuju Kota Malang dari arah Surabaya. Padahal, kecamatan yang pernah menjadi pusat Kerajaan Singasari ini menyimpan berbagai destinasi wisata ungulan yang layak kunjungi. Singosari menawarkan beragam destinasi wisata, mulai dari bukit dengan panorama alam yang memukau, museum yang menyimpan lebih dari 345 artefak bersejarah, hingga waterpark terbesar di Malang. Selain itu, masih banyak destinasi lain yang bisa dijelajahi di kecamatan singosari.
Nah, tanpa berlama-lama lagi, berikut tujuh rekomendasi destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi di Kecamatan Singosari. Lengkap dengan harga tiket, jam buka, daya tarik utama, dan tips berkunjung sehingga memudahkan pengunjung memilih destinasi yang ingin dikunjungi.
Agrowisata Wonosari
Berlokasi di Jl. Desa Toyomarto, Bodean Putuk, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kawasan agrowisata ini menjadi rumah bagi destinasi populer seperti Kuneer Hill dan Arjuna Geopark.
Destinasi ini menawarkan beragam aktivitas menarik. Pengunjung dapat bersepeda mengelilingi kebun teh, berenang, bermain Flying Fox, menaiki kereta kelinci, atau berinteraksi di rumah kelinci. Bagi yang ingin mengenal proses pengolahan teh, tersedia tur pabrik. Pengunjung dapat melihat proses pengolahan daun teh, mulai dari dipanen hingga menjadi produk siap dikonsumsi.
Salah satu keunikan Agrowisata Wonosari adalah setiap pembelian tiket masuk sudah termasuk segelas teh gratis. Teh tersebut diolah langsung dari hasil perkebunan teh Wonosari. Sambil menikmati teh hangat, pengunjung juga dapat bersantai menikmati udara pegunungan yang sejuk dan panorama kebun teh yang membentang luas.
Harga tiket masuk dibanderol Rp20.000 per orang pada hari biasa dan Rp25.000 per orang saat akhir pekan maupun hari libur. Destinasi ini buka setiap hari mulai pukul 06.00–17.00 WIB.
Bukit Kuneer
Jika ingin menikmati hamparan kebun teh dengan latar Gunung Arjuno, Bukit Kuneer adalah pilihan yang tepat. Berlokasi di Jl. Lereng Arjuno No. 65153, Kreweh, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Bukit Kuneer menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi pencinta wisata alam. Bukit Kuneer berada di kawasan Perkebunan Teh Wonosari. Tempat ini menawarkan udara pegunungan yang sejuk dengan hamparan kebun teh yang membentang luas.
Untuk mencapai puncaknya, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 40 menit dari area parkir. Meski cukup menguras tenaga, perjalanan menuju puncak tetap terasa menyenangkan. Sepanjang jalur, pengunjung disuguhi hamparan kebun teh yang hijau, udara segar, dan suasana pegunungan yang masih asri.
Bukit Kuneer menawarkan panorama alam yang menakjubkan. Selain itu, tersedia berbagai spot foto estetik, seperti gazebo bambu dan jembatan kayu yang menghadap hamparan kebun teh. Saat cuaca cerah, pengunjung akan mendapatkan latar belakang Gunung Arjuno yang megah. Karena suhu di kawasan ini cukup dingin, disarankan membawa jaket agar tetap nyaman selama berwisata.
Tiket masuk Kuneer Hill sebesar Rp10.000 per orang. Sementara itu, tiket masuk Agrowisata Perkebunan Teh Wonosari dikenakan Rp20.000 pada hari kerja dan Rp25.000 saat akhir pekan. Biaya parkir kendaraan dikenakan Rp5.000 untuk sepeda motor. Destinasi ini buka setiap hari pukul 06.00–17.00 WIB. Fasilitasnya cukup lengkap, seperti area parkir yang luas, restoran, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Geopark Arjuna
Mencari spot foto yang estetik? Arjuna Geopark jawabannya. Berlokasi di Jl. Geopark Arjuna terletak di Bodean Putuk, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dulunya merupakan kebun jeruk, kini tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata alam populer di Singosari. Arjuna Geopark menawarkan suasana yang segar dan menenangkan, cocok untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Arjuna Geopark menawarkan berbagai spot foto yang instagramable. Spot favoritnya meliputi Pintu Langit, altar bunga, balon udara hias, dan Kincir Arjuna dengan latar pegunungan. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati pemandangan megah Gunung Arjuno yang menjadi latar sempurna untuk mengabadikan momen. Selain itu, tersedia juga kafe yang menyajikan aneka makanan dan minuman. Pengunjung dapat bersantai sambil menikmati keindahan alam di sekitarnya.
Geopark Arjuna hanya berjarak sekitar 6,5 kilometer dari Pasar Lawang atau sekitar 30 menit berkendara dari pusat Kota Malang. Destinasi ini buka setiap hari mulai pukul 06.00–22.00 WIB. Pengunjung dapat menikmati suasana pagi yang sejuk, panorama golden hour di sore hari, hingga pemandangan malam dari atas bukit.
Harga tiket masuk Arjuna Geopark sebesar Rp10.000 per orang. Geopark Arjuna berada di kawasan Agrowisata Kebun Teh Wonosari. Pengunjung juga perlu membayar tiket masuk kawasan. Tarifnya Rp20.000 pada hari kerja dan Rp25.000 saat akhir pekan.
Museum Singhasari
Jika ingin mengenal lebih dekat sejarah Kerajaan Singhasari, Museum Singhasari adalah destinasi yang harus dikunjungi. Museum ini berlokasi di Perumahan Singhasari, Krajan, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Museum ini diresmikan pada 20 Mei 2015. Di dalamnya tersimpan lebih dari 345 artefak berbahan batu, kayu, dan logam yang berasal dari masa Kerajaan Singhasari, Kediri, hingga Mataram.
Saat memasuki kawasan museum, pengunjung akan disambut patung Ken Dedes dan Ken Arok di halaman depan. Di pintu masuk pendapa, berdiri dua arca Dwarapala berukuran besar yang tampak megah. Di dalam museum terdapat diorama tiga dimensi yang mengisahkan berdirinya Kerajaan Singhasari. Pengunjung juga dapat melihat miniatur Candi Singosari, Kidal, Jago, Badut, dan Sumberawan, koleksi keris, serta 72 topeng karya Mbah Karimun. Seniman Topeng Malangan tersebut dikenal luas atas dedikasinya dalam melestarikan seni budaya daerah.
Museum ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang. Museum terbuka untuk umum dan cocok dikunjungi pelajar, keluarga, maupun wisatawan yang ingin menambah wawasan sejarah dan budaya. Menurut Yossi Indra Herdyanto, Pamong Budaya Ahli di Museum Singhasari, semakin banyak anak muda yang datang secara mandiri untuk berkunjung. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepedulian terhadap budaya lokal.
Menariknya, pengunjung dapat menikmati seluruh koleksi Museum Singhasari secara gratis. Museum ini buka setiap Senin hingga Jumat pukul 09.00–15.00 WIB, sedangkan pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional tutup.
Candi Singosari
Candi Singosari merupakan salah satu destinasi yang memiliki nilai sejarah yang tinggi di Kecamatan Singosari. Berlokasi di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, candi bercorak Hindu-Budha ini dibangun pada abad ke-13 pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, raja terakhir sekaligus penguasa terbesar Kerajaan Singasari. Candi setinggi sekitar 14 meter ini dipercaya sebagai tempat pendharmaan atau penghormatan bagi Raja Kertanegara setelah runtuhnya Kerajaan Singasari pada tahun 1292.
Berbeda dengan destinasi wisata yang ramai, Candi Singosari menawarkan suasana yang tenang dan teduh sehingga cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata sejarah sambil bersantai. Keunikan candi ini terlihat dari berbagai relief dan ornamen bercorak Tantrayana, seperti ukiran Bhuta Kala, bunga teratai, hingga motif tengkorak yang penuh makna filosofis.
Sebagai salah satu Situs Cagar Budaya Nasional, Candi Singosari memiliki nilai sejarah yang penting berkaitan erat dengan perjalanan Kerajaan Singosari yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Kerajaan Majapahit. Menariknya, pengunjung dapat menikmati keindahan dan kemegahan candi ini secara gratis tanpa harus mengeluarkan biaya tiket masuk. Kawasan wisata ini buka setiap hari mulai pukul 07.00–17.00 WIB.
Taman Air Hawaii
Mencari destinasi bermain air yang lengkap untuk segala usia? Hawaii Waterpark solusinya. Berlokasi di Jl. Graha Kencana Utara V, Karanglo, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, taman rekreasi air yang berdiri sejak 18 Juli 2015 ini dikenal sebagai waterpark terbesar di Malang dengan luas kawasan sekitar 5 hektar. Mengusung konsep tropis khas Hawaii, Hawai Waterpark menghadirkan lebih dari 12 wahana udara yang dapat dinikmati mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Salah satu wahana paling ikonik adalah Pantai Waikiki, kolam ombak buatan yang mampu menghasilkan gelombang hingga 3,5 meter, sehingga memberikan sensasi layaknya bermain di pantai. Bagi pencinta adrenalin, tersedia Jet Coaster Slide yang meluncur dengan kecepatan mencapai 60 km/jam, sementara Hula-Hula Slide menawarkan lintasan sepanjang 140 meter dari ketinggian sekitar 23 meter menggunakan ban ganda. Untuk keluarga yang membawa anak, terdapat Hawai Water House dengan berbagai seluncuran mini dan ember tumpah raksasa, Rainbow Fall dengan enam lintasan seluncur warna-warni, serta Mekaula Lazy River yang cocok untuk bersantai menyusuri kolam arus.
Tak hanya menawarkan wahana yang beragam, Hawai Waterpark juga mengutamakan faktor keselamatan dengan menempatkan petugas penyelamat kolam bersertifikat internasional di setiap area wahana.
Harga tiket masuk selama musim liburan (high season) 13 Juli–31 Juli 2026 dibanderol Rp85.000–Rp120.000 per orang. Anak dengan tinggi badan di atas 85 cm dikenakan tiket masuk penuh. Lansia di atas 60 tahun bebas biaya masuk.
Bukit Budug Asu
Bagi pencinta alam dan pendakian ringan, Bukit Budug Asu menjadi destinasi yang cocok saat berada di Kecamatan Singosari. Berlokasi di Kreweh, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, bukit yang berada di ketinggian sekitar 1.422 mdpl ini menawarkan pemandangan alam yang memukau. Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati hamparan dataran Malang yang dikelilingi pegunungan, menjadikannya salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan alam dari ketinggian.
Selain panorama yang memanjakan mata, Bukit Budug Asu juga dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbit dan matahari terbenam di kawasan Singosari. Sejuknya udara pegunungan berpadu dengan pemandangan alam yang masih asri membuat perjalanan menuju puncak terasa sepadan dengan keindahan yang ditawarkan.
Kabar baiknya, berdasarkan pembaruan akses Januari 2026, akses jalan menuju Bukit Budug Asu telah dicor sehingga kondisinya lebih nyaman dan aman dilalui kendaraan, meskipun jalurnya sedikit lebih memutar dibandingkan sebelumnya. Di pos bawah BBIB, pengunjung akan membayar tiket masuk sekaligus memperoleh kupon susu segar yang dapat ditukarkan di Kafe Arjuno yang berada di sekitar kawasan.
Harga tiket masuk Bukit Budug Asu sebesar Rp10.000 per orang, ditambah biaya masuk BBIB sebesar Rp15.000 yang sudah termasuk kupon susu gratis. Dengan panorama pegunungan yang menawan, udara yang sejuk, serta akses yang kini semakin baik, Bukit Budug Asu menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam di kawasan Singosari.
Penulis: Hilqudzdzikri Latifatur Rukh (Mahasiswa magang dari STIBA Malang)








