Menengok Gereja Ijen di Kota Malang, Berdiri Sejak Tahun 1934

Gereja Ijen di Kota Malang (foto : Flickr)
Gereja Ijen di Kota Malang (foto : Flickr)

Kota Malang, Blok-a.com – Siapa yang tidak tahu Gereja Ijen di Kota Malang. Bangunan megah ini sering dilewati ketika masyarakat menuju Jalan Raya Ijen.

Nah, gereja Ijen sebenarnya memiliki nama, yakni Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, merupakan salah satu gereja Katolik tertua di Kota Malang.

Gereja ini terletak di Jalan Ijen Boulevard, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Gereja Ijen dibangun pada tahun 1934 atas gagasan Mgr. Clemens van der Pas, yang saat itu menjabat sebagai Uskup Malang.

Pada saat itu, terdapat peningkatan jumlah umat Katolik di Malang. Pada saat itu, umat Katolik di Malang sebagian besar adalah keturunan Belanda dan Eropa lainnya. Beberapa juga lahir dari pernikahan antar bangsa, yakni pribumi dan Belanda.

Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Ijen dilakukan pada tanggal 11 Februari 1934.

Pembangunan gereja ini dikerjakan oleh NV Bouwundig Bureau Sitzen en Louzada, sebuah perusahaan konstruksi Belanda. Arsitektur Gereja Ijen dirancang oleh arsitek L. Estourgie.

Gereja megah ini diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1934 dengan nama Theresiakerk atau Gereja Santa Theresia. Namun, pada tahun 1958, nama gereja ini diubah menjadi Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel.

Gereja ini memiliki gaya arsitektur yang cukup unik. Bangunan gereja ini berbentuk persegi panjang dengan atap bersusun tiga. Di bagian depan gereja terdapat menara lonceng yang menjulang tinggi.

Gereja Ijen memiliki kapasitas hingga 1.200 orang. Gereja ini merupakan tempat ibadah bagi umat Katolik di Malang dan sekitarnya. Selain itu, Gereja Ijen juga menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Malang. Meski demikian, diperlukan izin khusus untuk mengunjungi gereja ini apabila bukan jemaat. (mg2/bob)