Kasus Mutilasi di Sawojajar 3 Bulan Lalu Terbongkar, Polisi Temukan Tengkorak

Kasus Mutilasi di Sawojajar 3 Bulan Lalu Terbongkar, Polisi Temukan Tengkorak
Kasus Mutilasi di Sawojajar 3 Bulan Lalu Terbongkar, Polisi Temukan Tengkorak (blok-a/Agus Demit)

 

Kota Malang, blok-a.com – Belum seminggu sejak terungkapya kasus mutilasi seorang suami terhadap istrinya di Jalan Serayu Kota Malang pada hari Sabtu (30/12/2023) lalu, muncul lagi kasus mutilasi yang terjadi di daerah Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kali ini, korban mutilasi dengan inisial AP (34) ditemukan hanya tinggal tulang belulang di daerah Sawojajar Kota Malang setelah dilaporkan hilang sejak bulan Oktober 2023 lalu. Kasus mutilasi ini terungkap setelah tersangka yang bernama Abdurrahman, warga asli Probolinggo yang indekost di kamar yang menjadi TKP tersebut mengaku telah melakukan perbuatan itu.

Abdurrahman ditangkap di kamar kostnya pada hari Rabu (4/1/2024) setelah sebelumnya sempat dimintai keterangan oleh polisi perihal hilangnya AP. Setelah pemeriksaan tersebut ia memang sempat dipulangkan kembali, akan tetapi setelah penyelidikan lebih lanjut, polisi kembali menangkapnya.

“Setelah dibawa ke Polsek Kedungkandang tadinya dipulangkan, dikembalikan lagi. Kemarin malam hari Rabu itu dari RT 01 menyampaikan bahwa pak Abdurrahman ini dibawa kembali ke polsek Kedungkandang. Kasusnya apa, saya kurang paham,” terang Muhammad Irianto, pemilik kost.

Kasus ini ditangani oleh Reskrim Polresta Malang Kota setelah mendapat limpahan dari Polda Jatim. Diketahui, AP telah dilaporkan hilang ke Polda Jatim sejak 15 Oktober 2023 lalu setelah berpamitan untuk pergi ke Pasuruan, Kota Batu, dan terakhir mampir ke Kota Malang sebelum pulang ke Surabaya.

Saat ini kasus ini memasuki proses pengembangan lebih lanjut setelah proses olah TKP dilakukan pada hari Jumat dini hari pukul setengah 2. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan tengkorak yang terkubur di tepi sungai.

“Tadi malam, malam Jumat itu dari kepolisian membangunkan (melakukan olah TKP) lagi, kemungkinan Abdurrahman ini sudah mengakui atas perbuatannya, dan langsung olah TKP nya itu menggali kepala itu,” terang Irianto.

Dari cerita Irianto, Abdurrahman diketahui telah hidup di lingkungan tersebut selama hampir lima tahun. Abdurrahman dikenal sebagai sosok yang pendiam dan hanya berinteraksi secukupnya dengan tetangga sekitar. Ia hidup bersama dengan istrinya dan menyewa dua kamar kost. Satu kamar disebut untuk dihuni dengan istrinya, dan kamar lainnya ia gunakan untuk pekerjaannya sehari-hari. (mg3/ags/bob)