Malang, blok-a.com – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PT Deazha Prima Nusantara di gedung D3 FIP UM, Selasa (5/3/2024).
Dekan FIP UM Dr. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd mengatakan, perjanjian tersebut berlaku untuk masa lima tahun dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama dalam Program Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Mulai dari program pendidikan dan pengajaran yang dapat diwujudkan melalui kuliah tamu, kuliah pakar, maupun dosen praktisi. Lalu program magang mahasiswa dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), hingga kerjasama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
Yusuf menjelaskan, dosen praktisi dibutuhkan di kampus karena dapat berbagi pengalaman praktis serta contoh nyata di dunia kerja dan wirausaha kepada mahasiswa. Sehingga tidak hanya mendapatkan teori, tapi mahasiswa juga memperoleh gambaran nyata tentang bidang tertentu yang diambil dalam perkuliahan.
“Para praktisi dari kalangan profesional ini mengajar sesuai dengan bidang yang digelutinya,” kata Yusuf.
Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerjasama serta dukungan yang telah diberikan dunia industri kepada FIP UM.
“Bersama-sama kita bergandeng tangan untuk melahirkan lulusan berkualitas,” ucap Yusuf dalam kegiatan yang juga dihadiri pelaku industri dari ragam bidang itu.

Sementara itu Direktur Deazha Prima Nusantara Dewi Yuhana, S.Psi menyambut baik kerjasama antara dua lembaga ini. Apalagi lingkup perusahaan yang dipimpinnya itu tidak jauh dari pendidikan.
Hana, panggilan akrabnya menjelaskan, Deazha Prima Nusantara membawahi lini usaha yang di antaranya adalah Penerbitan, Event Organizer, Branding Consulting, serta Psychology and Management Consulting.
“Dari lini penerbitan misalnya, kami bisa memberikan program Satu Mahasiswa Satu Buku, sehingga mahasiswa terbiasa menulis dan mendokumentasikan ide pemikirannya secara sistematis. Kalau untuk dosen, menghasilkan karya buku rasanya sudah menjadi keharusan, jadi bukan satu dosen satu buku lagi, kalau bisa dalam setahun harus menelurkan beberapa buku,” kata Hana lalu tersenyum.
Program tersebut merupakan rangkaian kampanye literasi yang memang terus digaungkan oleh Deazha.
“Kami siap memberikan pelatihan untuk menulis buku populer,” tandasnya.
Program lain yang hendak digulirkan Deazha dalam kerjasama tersebut, lanjutnya, adalah pemahaman dan implementasi branding untuk civitas akademika FIP UM.
Dalam sesi ramah tamah, Hana menegaskan bahwa branding saat ini dibutuhkan oleh semua orang, tidak lagi perusahaan.
“FIP UM membutuhkan strategi branding yang tepat dengan merangkul seluruh civitas akademika. Branding bersama ini nantinya tidak hanya berguna untuk institusi fakultas, tapi juga universitas serta siapapun yang terlibat di dalamnya termasuk dosen dan mahasiswa,” urai perempuan yang di akhir acara menyerahkan buku terbitan Deazha, Visionary Leadership karya Prof. Prim Masrokan Muthohar yang juga alumnus dari FIP UM.(*/lio)








