Pasar Takjil Suhat, Tempat Berburu Menu Buka Puasa dengan Harga Mulai Rp 5 Ribu

Suasana Pasar Takjil Suhat (Yuki Setiawan for blok-a)
Suasana Pasar Takjil Suhat (Yuki Setiawan for blok-a)

Kota Malang, blok-a.comMalang merupakan salah satu daerah yang memiliki berbagai macam kuliner.

Sehingga jika di Malang, Anda dapat berbuka puasa dengan makanan yang lezat dan enak.

Salah satu pusat jualan menu berbuka puasa atau takjil di Kota Malang adalah di Pasar Takjil Suhat.

Pasar Takjil Suhat ini terletak di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang atau di depan Taman Krida Budaya.

Pasar takjil ini berada di pinggir jalan. Berupa bangunan stand-stand sementara, para penjual takjil berjejer menjajakan menu buka puasa yang lengkap di sini.

Terdapat berbagai macam makanan dan minum yang di jual di sini, seperti es kelapa, jus buah, bakso, cilok, olahan cumi-cumi atau seafood, gorengan dan masih sangat banyak menu lainnya.

Tak hanya yang asin, menu takjil yang manis pun ada di sini. Seperti roti maryam, cromboloni, hingga roti sandwich buah. Semua ada di sini.

Tempat ini sangat ramai dikunjungi ketika menjelang berbuka puasa. Pasar takjil Suhat ini adalah tempat yang sangat strategis. Sebab berada di tengah-tengah berbagai universitas dan di pinggir jalan besar Suhat Kota Malang

Selvia, salah satu pengunjung mengatakan, tempat ini sangat cocok untuk mencari berbagai macam menu berbuka puasa. Hal ini dikarenakan Pasar Takjil Suhat menyeriakan berbagai menu buka puasa dengan harga murah.

“Tempatnya cocok untuk mencari makanan berbuka karena banyak penjual yang menjual makanan, harga nya juga cukup murah paslah menurut saya” ucap Selvia, Rabu (14/4/2024).

Anda dapat membeli makanan-makanan dan minum disini mulai dari Rp 5 ribu sampai dengan Rp 25 ribu setiap menunya.

Biasa nya pasar Takjil suhat ini mulai banyak penghuni dari jam 15.00 sampai berbuka puasa, pasar ini berada pas di dipinggir jalan raya Suhat, Kota malang.

Jika Anda ingin berburu takjil di sini disarankan untuk parkir di sekitar pinggir jalan Soekarno-Hatta atau di dalam Taman Krida Budaya.

Penulis: Yuki Setiawan (mahasiswa PKL)