Kabupaten Malang, blok-a.com – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Dari total 1.637 jemaah haji asal Kabupaten Malang yang berangkat ke Tanah Suci, dua orang dipastikan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Kepala Bagian Sub Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Malang, Romdloni Suryono, mengatakan jemaah pertama yang meninggal dunia adalah Samanu (85), warga Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit. Samanu yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Azhar itu merupakan jemaah Kloter 16. Ia meninggal dunia pada 16 Mei 2026 saat menjalani perawatan di Saudia Germany Hospital, Makkah.
“Dia meninggal di Saudia Germany Hospital Makkah, Arab Saudi. Penyebabnya karena sakit,” ujar Romdloni, Rabu (3/6/2026).
Kabar duka berikutnya datang dari jemaah Kloter 14, Jamari (73), warga Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak. Jemaah yang tergabung dalam KBIHU Al-Huda tersebut meninggal dunia pada 23 Mei 2026 di King Faisal Hospital, Makkah.
Romdloni mengungkapkan, kedua jemaah yang wafat akan dimakamkan di Makkah sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi. Seluruh proses pemulasaraan dan pemakaman ditangani oleh pemerintah setempat.
Kebijakan tersebut diterapkan karena faktor jarak yang sangat jauh serta pertimbangan kondisi jenazah apabila dipulangkan ke Indonesia. Selain itu, proses pemulangan jenazah juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Di tengah kabar duka tersebut, proses pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Malang mulai dijadwalkan pada 4 hingga 5 Juni 2026.
Berdasarkan data Kemenhaj Kabupaten Malang, total jemaah yang diberangkatkan tahun ini mencapai 1.637 orang yang terbagi dalam tujuh kelompok terbang (kloter). Rinciannya, Kloter 12 sebanyak dua orang, Kloter 14 sebanyak 359 orang, Kloter 15 hingga 17 masing-masing 376 orang, Kloter 18 sebanyak 140 orang, serta Kloter 30 sebanyak delapan orang.
Dengan adanya dua jemaah yang meninggal dunia, jumlah jemaah yang dijadwalkan kembali ke Kabupaten Malang menjadi 1.635 orang.
“Mereka pulang pada tanggal 4-5 Juni 2026,” imbuh Romdloni.
Seperti saat keberangkatan, Pemerintah Kabupaten Malang juga menyiapkan dukungan transportasi untuk proses pemulangan jemaah dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Fasilitas yang disediakan meliputi armada bus untuk jemaah dan truk pengangkut koper.
Untuk mendukung mobilitas jemaah haji tahun ini, Pemkab Malang mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta yang digunakan untuk kebutuhan transportasi keberangkatan maupun pemulangan dari dan menuju Asrama Haji Sukolilo. (yog/bob)








