Pemkot Malang Garansi Layanan Door to Door, Jika Kantor Kelurahan Kosong

Pj Wali Kota Malang Resmikan Puskesmas Cisadea Baru yang Lebih Berkualitas
Pj Wali Kota Malang Resmikan Puskesmas Cisadea Baru yang Lebih Berkualitas

Kota Malang, Blok-a.com – Pernah mengalami kantor kecamatan atau kelurahan kosong melompong saat mengurus berkas seperti yang viral terjadi di Kelurahan Jodipan beberapa waktu lalu? Tinggalkan saja berkasnya dan tunggu pelayanan door to door di rumah. 

‘Inovasi’ pelayanan door to door ini sudah diterapkan oleh pegawai Kelurahan Jodipan karena meninggalkan kantornya dalam rangka ‘mbiyodo’ atau menjadi panitia pernikahan Kasie Trantibnya. 

Tugas untuk melayani door to door atau langsung ke rumah warga ini diinstruksikan langsung oleh Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat setelah mendapatkan laporan dari warga terkait pelayanan tidak maksimal Kelurahan Jodipan itu.

“Para warga yang mengajukan permohonan surat menyurat, berkas mereka telah diproses dan langsung diantar ke rumah masing-masing. Kami memerintahkan door to door agar dilakukan pengantaran langsung ke rumah, untuk menyelesaikan surat-surat yang belum sempat terlayani,” ungkap Wahyu saat diwawancara awak media tentang kejadian terkait.

Pelayanan langsung door to door itu juga berlangsung cepat, sehingga seluruh warga Kota Malang yang sempat menemui kantor kosong itu terlayani dalam hanya satu hari.

“Satu hari saja semua sudah terlayani,” ungkap Wahyu.

Secara peraturan, mengosongkan kantor pemerintahan dan hanya dijaga oleh mahasiswa magang atau pegawai lepas memang tidak diperbolehkan. 

Karena itu, selain menginstruksikan untuk mendatangi rumah warga, Wahyu juga memberikan sanksi administratif kepada para pegawai yang meninggalkan kantor saat jam aktif tersebut.

“Yang membuat kami merasa kecewa adalah mengapa pelayanan harus ditinggalkan begitu saja. Seharusnya ada staf yang tetap tersedia di kantor untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami memberikan sanksi administratif kepada yang bersangkutan,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso juga mengharapkan kejadian tersebut tidak berulang kembali baik di Kelurahan Jodipan maupun jajaran Pemkot Malang lainnya.

“Kami akan segera mengumpulkan mereka, dari Lurah hingga Camat, untuk memberikan arahan dan pembinaan secara langsung. Tujuannya adalah agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” terang Erik.