Kabupaten Malang, blok-a.com – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, jajaran kepolisian terus melakukan persiapan pengamanan.
Salah satu periapan pengamanan Pilkada 2024 itu adalah dengan menggelar latihan gabungan simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota), Rabu (21/8/2024) di Mapolres Malang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pengamanan menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Gelaran ini juga dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk personel gabungan dari Kodim 0818 Malang-Batu, Polsek jajaran.
Kemudian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bawaslu Kabupaten Malang, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panotia Pemilihan Suara (PPS), serta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Kasihumas Polres Malang, AKP Ponsen Dadang Martianto menerangkan, bahwa simulasi ini fokus pada pengendalian massa, mengingat peningkatan intensitas kegiatan politik selama masa kampanye bisa memicu potensi kerawanan.
“Simulasi ini dirancang untuk menghadapi situasi-situasi yang mungkin timbul dan untuk menguji kesiapan kita dalam mengelola kerawanan sosial yang dapat terjadi,” kata Dadang sapaan akrabnya saat ditemui usai pelaksanaan simulasi Sispamkota, Kamis (22/8/2024).
Lebih lanjut, Dadang menerangkan, simulasi dibagi dalam beberapa tahap yakni dimulai dengan tahap pendaftaran verifikasi, tahap kampanye, tahap masa tenang. Kemudian, tahap masa pemungutan suara, dan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih.
Dalam pelaksanaannya, simulasi Sispamkota di Polres Malang juga diwarnai dengan simulasi adanya kericuhan yang terjadi usai penghitungan suara di Kantor KPU Kabupaten Malang.
Menghadapi eskalasi massa, ratusan personel pengamanan dikerahkan sebagai negosiator dan pengendalian massa tahap awal. Ketika ketidakpuasan massa meningkat, mereka melakukan aksi penempelan stiker dan pencoretan tameng petugas, serta melontarkan kritik kepada KPU dan aparat keamanan.
Dalam situasi ini, ratusan personel Dalmas diturunkan dengan dukungan tim negosiator yang melanjutkan dialog dengan perwakilan pengunjuk rasa.
Dengan adanya persiapan jelang Pilkda Malang yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang, Dadang berharap pesta politik 2024 dapat berjalan lancar dan aman, tanpa adanya insiden yang merugikan.
“Simulasi ini merupakan langkah penting dalam meminimalkan potensi masalah yang mungkin terjadi,” pungkasnya. (ptu/bob)








