Kabupaten Malang, blok-a.com – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (7/10/2025) sore. Akibatnya, sejumlah rumah warga, fasilitas umum, dan tempat usaha di dua desa yakni Desa Kepuharjo dan Desa Tawangargo mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, angin kencang menyebabkan belasan bangunan mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari relawan dan Babinsa setempat, serta langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat kecamatan.
“Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan di beberapa titik di Desa Kepuharjo dan Tawangargo. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah, warung, dan tempat ibadah mengalami kerusakan di bagian atap,” terang Sadono.
Di Desa Kepuharjo, tercatat dua lokasi terdampak cukup berat, di antaranya arena Arjuna Mini Soccer milik Dicky Irawan di Dusun Telasih dengan kerugian mencapai Rp50 juta. Selain itu, atap warung milik Adi (45) di Jalan Pangestu juga rusak dengan estimasi kerugian Rp10 juta.
Sementara itu, di Desa Tawangargo, enam rumah warga mengalami kerusakan di bagian genting dan atap, salah satunya rumah milik Nor Hadi (62) di Dusun Boro Gragal yang atapnya tertimpa pohon. Selain itu, atap kubah Masjid At-Taqwa di Dusun Leban juga roboh akibat terjangan angin.
BPBD Kabupaten Malang mencatat, total kerugian material di wilayah Tawangargo mencapai lebih dari Rp50 juta, meliputi rumah warga, tempat usaha, serta fasilitas umum seperti TPA yang juga rusak di bagian atap.
Hingga Selasa malam, BPBD bersama relawan, perangkat desa, dan pihak Polsek Karangploso masih melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan bantuan terpal bagi warga terdampak yang atap rumahnya rusak.
“Kondisi terakhir, tim masih di lapangan melakukan pendataan. Kebutuhan mendesak saat ini berupa terpal untuk penutup sementara rumah warga,” kata Sadono.
Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seiring masuknya masa peralihan musim. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana di wilayah Karangploso,” pungkasnya. (yog/bob)








