Sisi Kota yang Terlupa Jadi Cerita Anak, Unisma Gandeng Unikama Gelar Lokakarya Sastra

Sisi Kota yang Terlupa Jadi Cerita Anak, Unisma Gandeng Unikama Gelar Lokakarya Sastra
Sisi Kota yang Terlupa Jadi Cerita Anak, Unisma Gandeng Unikama Gelar Lokakarya Sastra

Malang, blok-a.com – Kota kerap dipandang sebagai deretan bangunan dan hiruk-pikuk lalu lintas. Padahal, di balik tembok dan trotoar yang dilewati setiap hari, tersimpan kisah-kisah kecil yang menunggu dihidupkan. Semangat inilah yang diusung dalam kolaborasi antara Kandidat Magister Mengabdi (KMM) Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Islam Malang (Unisma) dan Prodi PBSI Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) lewat Lokakarya Penulisan Sastra Anak bertema “Kota, Kisah, dan Hal-hal yang Terlupa”.

Kaprodi PBSI Unikama, Rahutami, M.Hum., menyebut kerja sama ini bukan sekadar kegiatan akademik.

“Ini bukan hanya soal program, tapi bagaimana mahasiswa tumbuh sebagai calon pendidik dan penulis yang peka zaman,” ungkap Rahutami.

Hal senada disampaikan Kaprodi MPBI Unisma, Prof. Dr. Hj. Dyah Werdiningsih, M.Pd., yang menegaskan bahwa program KMM merupakan ruang aktualisasi mahasiswa magister.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tapi turun tangan mengasah keterampilan profesional dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Lokakarya yang digelar di Auditorium Multikultural Unikama pada Sabtu (15/11/2025) itu menjadi pemanasan menuju Festival Sastra Kota Malang 2025. Sebanyak 41 peserta dari kalangan mahasiswa dan penggiat literasi mengikuti sesi intensif bersama tiga narasumber kompeten.

Dr. Ari Ambarwati, S.S., M.Pd., mengupas aspek psikologi anak agar cerita yang ditulis relevan dengan tahap perkembangan pembaca. Dr. Gatot Sarmidi, M.Pd., mengajak peserta menyelami kota melalui sejarah, ruang, hingga dinamika sosial untuk diolah menjadi narasi yang menyentuh. Sementara Riska Amaliah, M.Pd., memandu sesi praktik menulis dengan pendekatan komunikatif, menuntun peserta mengubah pengalaman sehari-hari menjadi draf cerita yang utuh.

Sesi presentasi karya menjadi bagian paling hidup. Banyak peserta mengaku baru menyadari bahwa sudut-sudut kota yang kerap diabaikan ternyata menyimpan potensi cerita anak yang hangat dan edukatif. Umpan balik dari narasumber membuat proses belajar terasa dialogis dan suportif.

Ketua Pelaksana, Nurul Kholifah, S.Pd., menegaskan bahwa tema kota dipilih agar peserta mampu melihat realitas sosial di sekitar mereka sebagai sumber kreativitas yang tak terbatas.

“Menulis cerita anak bukan sekadar kegiatan kreatif, tapi sarana membangun empati dan merekam nilai kemanusiaan untuk pembaca usia dini,” jelasnya.

Kesuksesan agenda ini turut ditopang tim mahasiswa MPBI Unisma Semester 3, yaitu Nurul Kholifah, Ahmad Fauzan, Nur Alfan, Luluk Ernawati, Ike Suharwati, Kalina Dewantara, dan Khoirur Rizal. Mereka membuktikan kapasitas manajemen event literasi dalam skala yang lebih luas.

Nurul berharap lokakarya ini dapat melahirkan penulis muda yang siap ikut meramaikan Festival Sastra Kota Malang 2025.

“Kota menyimpan banyak cerita yang sering kita abaikan. Lewat sastra anak, kita hidupkan kembali kisah itu dengan cara yang sederhana namun bermakna,” kata Nurul menutup. (bob)