Idul Fitri Berpotensi Tak Serentak, Pemkot Malang Antisipasi Arus Mudik

Idul Fitri Berpotensi Tak Serentak, Pemkot Malang Antisipasi Arus Mudik
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis usai rakor, Senin (2/4/2026) (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyoroti potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor (Linsek) pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Senin (2/3/2026).

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kota Malang menyiapkan sejumlah langkah antisipasi karena momen Lebaran tahun ini diperkirakan tidak berlangsung serentak.

Wahyu menjelaskan, meskipun terdapat indikasi penurunan mobilitas masyarakat pada arus mudik 2026, persiapan pengamanan tetap dilakukan secara maksimal agar situasi kota tetap kondusif.

“Terutama tadi juga di Malang ini ada beberapa arahan terkait juga dengan kunjungan wisata di Malang Raya terutama,” ujar Wahyu usai rakor.

Selain fokus pada arus mudik, Pemkot Malang juga mengantisipasi dampak perbedaan hari Lebaran yang berdekatan dengan hari besar keagamaan lain, sehingga berpotensi memengaruhi pola mobilitas masyarakat.

“Dan termasuk juga berdekatan dengan hari raya lainnya, tadi juga sudah disampaikan termasuk antisipasi-antisipasinya,” katanya.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Pemkot Malang akan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di beberapa titik strategis.

“Untuk melayani dan juga untuk mengamankan terkait dengan pergerakan arus mudik yang nanti akan terlaksana,” imbuhnya.

Wahyu menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk memetakan titik-titik rawan kemacetan, terutama jalur masuk menuju Kota Malang.

“Titik-titik kemacetan yang selama ini ada, ada beberapa titik nanti kita akan antisipasi. Terutama orang-orang yang akan menuju ke Kota Malang yang ingin mudik,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Putu Kholis Aryana menyebutkan bahwa salah satu fokus pengamanan adalah mengurai potensi kepadatan kendaraan di akses keluar masuk tol, khususnya di kawasan exit tol Madyopuro.

“Nanti kita kelola bareng bersama exit tol di Lawang maupun di Singosari,” ujarnya.

Selain jalur tol, kepadatan juga diprediksi terjadi di kawasan wisata dan pusat perbelanjaan di tengah kota. Untuk itu, kepolisian bersama Pemkot Malang akan melakukan intervensi pengaturan lalu lintas dan parkir.

“Intervensi dilakukan dengan penambahan petugas di titik kepadatan kendaraan, termasuk penataan juru parkir agar tidak menimbulkan hambatan arus lalu lintas,” jelasnya.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, Pemkot Malang berharap perbedaan hari Lebaran tidak mengganggu kelancaran arus mudik maupun aktivitas masyarakat selama masa libur panjang. (bob)