Malang, blok-a.com – Konsep kafe unik kembali hadir di Kota Malang. Photokopi Cafe menawarkan suasana vintage yang kental, dipadukan dengan harga menu yang ramah di kantong mahasiswa serta fasilitas print gratis bagi pengunjung.
Berlokasi di kawasan Dinoyo, kafe ini menyasar pasar utama mahasiswa dengan menghadirkan tempat nongkrong sekaligus ruang produktif untuk bekerja atau mengerjakan tugas kuliah.
Salah satu daya tarik utama di kafe ini adalah adanya fasilitas print gratis bagi pelanggan. Namun, layanan tersebut tetap memiliki syarat dan ketentuan tertentu, seperti mengikuti akun media sosial kafe dan mengunggah konten sebagai bagian dari promosi.
“Untuk print gratis ada syaratnya, seperti follow Instagram dan upload story. Ketentuannya sudah tertulis di area kafe,” ujar Sela, salah satu pihak pengelola Photokopi Cafe.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pelanggan masih bisa menikmati layanan print gratis untuk jumlah terbatas dengan syarat melakukan promosi di media sosial. Untuk mencetak 1 hingga 5 lembar, pelanggan cukup mengunggah Instagram Story.
Sementara untuk jumlah 6 hingga 10 lembar, pelanggan diwajibkan mengunggah story sekaligus melakukan pemesanan menu. Adapun untuk 11 hingga 15 lembar, pelanggan perlu mengunggah story serta memesan makanan atau camilan.
Jika jumlah cetakan lebih banyak, yakni mulai 16 hingga 30 lembar, pelanggan tetap harus mengunggah story dan melakukan minimal pembelian sebesar Rp29.000. Sedangkan untuk jumlah di atas 31 lembar, selain syarat tersebut, pelanggan juga akan dikenakan biaya tambahan. Untuk biaya cetak, ditetapkan sebesar Rp500 untuk dua lembar hitam putih dan Rp500 per lembar untuk cetak berwarna.
Selain fasilitas unik, Photokopi Cafe juga mengusung konsep kopi murah yang diklaim menjadi salah satu yang paling terjangkau di Malang Raya.
Harga minuman di kafe ini dimulai dari Rp6.000 hingga Rp7.000, dengan pilihan seperti kopi hitam, kopi susu, hingga americano dan robusta. Tak hanya itu, tersedia pula menu signature berbasis buah segar yang diolah dengan cara ditumbuk, bukan diblender, sehingga memberikan sensasi tekstur berbeda saat diminum.
“Kalau signature kita pakai buah segar yang ditumbuk, jadi masih terasa teksturnya,” jelas Sela.
Untuk makanan, kafe ini menghadirkan menu dengan konsep rumahan (homey) yang sederhana namun tetap menarik.
Salah satu menu andalan adalah pentol tahu Arabian, yang disajikan dengan konsep berbeda dari biasanya, yakni dipotong kecil dan dipadukan dengan saus khusus.
Menariknya, Photokopi Cafe beroperasi selama 24 jam penuh, sehingga menjadi pilihan bagi mahasiswa yang membutuhkan tempat untuk belajar atau mengerjakan tugas hingga larut malam.
Kafe ini cenderung ramai pada sore hingga malam hari, baik di hari biasa maupun akhir pekan, meski lonjakan pengunjung lebih terasa saat weekend.
Dari sisi penjualan, jumlah pesanan kopi pada akhir pekan disebut bisa meningkat hingga sekitar dua kali lipat dibanding hari biasa.
Dengan kombinasi suasana vintage, harga terjangkau, fasilitas print gratis, serta operasional 24 jam, Photokopi Cafe menjadi alternatif tempat nongkrong sekaligus ruang produktif bagi mahasiswa di Kota Malang.
Konsep ini dinilai menjadi daya tarik tersendiri di tengah banyaknya kafe di Malang, terutama bagi kalangan mahasiswa yang membutuhkan tempat nyaman, murah, dan multifungsi.(zul/bob)








