Targetkan Berdiri 87 SPPG di Kota Malang, Wali Kota Tekankan Standar Steril dan Gizi Ketat

Targetkan Berdiri 87 SPPG di Kota Malang, Wali Kota Tekankan Standar Steril dan Gizi Ketat
Targetkan Berdiri 87 SPPG di Kota Malang, Wali Kota Tekankan Standar Steril dan Gizi Ketat (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota Malang terus memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Secara keseluruhan, Kota Malang ditargetkan memiliki 87 titik SPPG.

Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 75 SPPG telah berdiri. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah guna menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai wilayah.

“Jumlah penerima manfaat program MBG di Kota Malang telah mencapai sekitar 170 ribu orang, terdiri dari siswa dan kelompok 3B. Dengan sistem yang ketat dan terstandar, diharapkan kualitas makanan yang diberikan benar-benar terjamin,” seru Wahyu, usai meresmikan SPPG Sukoharjo 2, Jumat (27/3/2026).

Ia menegaskan bahwa kualitas layanan menjadi prioritas utama. Karena itu, penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dalam pengolahan makanan wajib dipatuhi oleh seluruh pengelola maupun relawan SPPG.

“Di SPPG Sukoharjo 2, tata ruang dan sirkulasi sudah sangat baik. Sarana prasarana juga canggih, mulai dari proses memasak, pengaturan suhu, hingga pengemasan,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, seluruh proses produksi makanan di SPPG dilakukan secara sistematis dan terpisah di setiap tahapannya. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas makanan sekaligus memastikan kebersihan tetap terjaga.

“Semua tahapan ini diawasi langsung dan sudah berjalan sangat baik. Ini bisa menjadi contoh bagi SPPG lainnya,” ujarnya.

Selain itu, proses pengemasan makanan dilakukan secara cepat dengan pembagian tugas yang jelas. Sistem ini diterapkan untuk mengurangi risiko kontaminasi sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Aspek kebersihan juga menjadi perhatian serius. Peralatan makan dan memasak dibersihkan menggunakan air panas serta teknologi bertekanan tinggi dengan suhu mencapai 130 derajat Celsius guna memastikan kuman dan bakteri dapat dieliminasi secara maksimal.

SPPG Sukoharjo 2 sendiri saat ini melayani sekitar 600 penerima manfaat. Jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring optimalisasi layanan. Proses produksi dilakukan sejak pagi hari agar makanan dapat segera didistribusikan dan dikonsumsi dalam kondisi segar.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Dr Hardjito B, SSTP MSi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program MBG di Kota Malang. Ia menyebut, hingga kini belum ditemukan pelanggaran berat yang berujung pada penutupan permanen SPPG.

“Alhamdulillah, di Kota Malang sejauh ini belum ada yang kami suspend (tutup permanen). Hanya ada satu kasus kemarin terkait masalah menu yang sempat cukup viral, sehingga terpaksa kami suspend sementara dan sudah diberikan edukasi maupun pembinaan,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Pengawasan tersebut dilakukan agar seluruh operasional SPPG tetap berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Pengaduan bisa melalui Call Center 127. Selain itu, bisa juga melalui Korwil maupun Korcam atau bisa langsung ke kami. Kami pastikan setiap laporan akan segera direspons,” tandasnya.