Kota Malang, Blok-a.com – Rencana penambahan koridor Bus TransJatim di wilayah Malang Raya masih belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih melakukan pengkajian menyeluruh, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan anggaran daerah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan kebutuhan layanan transportasi publik tidak hanya datang dari Malang Raya, tetapi juga dari wilayah Pasuruan. Karena itu, pemerintah harus melakukan perhitungan matang sebelum memutuskan penambahan koridor baru.
“Ada permintaan dari buruh soal bus TransJatim yang untuk (koridor) Pasuruan. Tetapi saya menyampaikan ada juga yang memiliki kebutuhan di Malang (Malang Raya), kami masih perlu menghitung anggarannya,” kata Khofifah di Kota Malang, Jumat (29/5/2026) kemarin.
Menurut Khofifah, Malang Raya menjadi salah satu kawasan dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Aktivitas pendidikan, pariwisata, perdagangan, hingga bisnis membuat kebutuhan transportasi publik terus meningkat dari tahun ke tahun.
Data Dinas Perhubungan Jawa Timur menunjukkan layanan TransJatim koridor Malang Raya mencatat jumlah penumpang yang cukup signifikan. Sepanjang Mei 2026, angkutan massal tersebut melayani 79.504 penumpang atau rata-rata 2.839 penumpang setiap hari.
Saat ini, layanan TransJatim di Malang Raya baru mengoperasikan satu koridor yang menghubungkan Kota Malang melalui Terminal Hamid Rusdi, Kabupaten Malang via Dau, dan Kota Batu lewat Terminal Batu. Padahal, dalam perencanaannya, kawasan Malang Raya akan dilayani oleh tiga koridor.
Meski demikian, Pemprov Jatim juga menilai Pasuruan memiliki kebutuhan transportasi publik yang tidak kalah besar. Salah satu faktor pendorongnya adalah keberadaan kawasan industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) yang menjadi pusat aktivitas ribuan pekerja setiap hari.
Khofifah mencontohkan keberhasilan layanan TransJatim di wilayah Mojokerto yang dinilai mampu membantu mobilitas pekerja menuju kawasan industri Ngoro.
“Seperti ketika di Mojokerto, mereka (pekerja) merasa terbantu ketika ada TransJatim yang melintas ke sentra industri di Ngoro,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama berbagai pihak. Untuk mengukur tingkat kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik, sebelum menentukan prioritas pembangunan koridor baru TransJatim.
“Iya nanti malam (kemarin, red) kami akan melaksanakan rapat di Grahadi,” pungkasnya. (yog/ova)








