Kabupaten Malang, Blok-a.com – Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, semakin mengukuhkan diri sebagai sentra perikanan layur terbesar di Kabupaten Malang. Dari total produksi ikan layur daerah yang mencapai sekitar 6.000 ton per tahun, sebanyak 5.000 ton di antaranya berasal dari wilayah pesisir selatan tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, mengatakan kontribusi nelayan Pujiharjo mencapai sekitar 83 persen dari total produksi ikan layur Kabupaten Malang.
“Dari total produksi ikan layur Kabupaten Malang sebesar 6.000 ton, sebanyak 5.000 ton itu berasal dari Pujiharjo. Sementara Sendangbiru kurang lebih 1.000 ton,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Besarnya produksi tersebut menjadikan Pujiharjo sebagai salah satu kawasan perikanan paling produktif di pesisir selatan Kabupaten Malang. Padahal, wilayah tersebut selama bertahun-tahun dikenal sebagai daerah yang memiliki keterbatasan akses infrastruktur.
Victor mengungkapkan, keberhasilan sektor perikanan di Pujiharjo tercermin dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat nelayan. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan jumlah armada kapal yang beroperasi di kawasan tersebut.
Pada 2017 lalu, jumlah kapal nelayan yang tercatat hanya sekitar 30 unit. Namun dalam kurun waktu delapan tahun, jumlahnya meningkat drastis hingga mencapai sekitar 300 kapal.
“Di tahun 2017 hanya ada 30 kapal. Pada 2025 sudah menjadi 300 kapal. Ini menunjukkan perkembangan ekonomi masyarakat nelayan yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia menilai, peningkatan jumlah armada tersebut menunjukkan kemampuan masyarakat nelayan dalam memanfaatkan potensi sumber daya laut yang melimpah di wilayahnya.
Selain faktor sumber daya manusia, tingginya produksi ikan layur juga didukung kondisi geografis yang menguntungkan. Perairan Pujiharjo diketahui menjadi salah satu habitat utama ikan layur sehingga memudahkan nelayan mendapatkan hasil tangkapan.
Berbeda dengan nelayan di wilayah lain yang harus berlayar berjam-jam menuju lokasi penangkapan, nelayan Pujiharjo dapat menjangkau area tangkap dalam waktu relatif lebih singkat.
Keberhasilan sektor perikanan tersebut juga menarik perhatian pemerintah pusat. Salah satunya melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang masuk dalam gelombang pertama program nasional dan kini telah selesai dibangun di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Malang terus mendorong penguatan infrastruktur penunjang aktivitas nelayan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan fasilitas pelabuhan perikanan dan area tambat labuh kapal.
Victor menjelaskan, pemerintah daerah berharap pengerukan sedimentasi muara yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, kapal-kapal nelayan dapat bersandar di kawasan muara yang lebih aman dan representatif.
“Harapan kami seluruh kapal nantinya bisa bersandar di muara. Selain lebih tertata, nelayan juga menginginkan tambat labuh berada di air agar kapal lebih awet dan tidak cepat rusak karena bergesekan dengan pasir,” pungkasnya. (yog)








