Kota Malang, Blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur dengan sejumlah perusahaan asal Belanda. Dalam agenda International CEO Talks, MoU Signing & Startup Innovation Forum 2026, yang digelar di Gedung Pascasarjana Unisma, Jumat (10/7/2026).
Kerja sama tersebut menjadi tindak lanjut kunjungan delegasi Unisma ke sejumlah perguruan tinggi dan perusahaan di Eropa pada Juni lalu. Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi di lingkungan NU diharapkan memiliki akses lebih luas dalam mengembangkan startup, melakukan hilirisasi hasil riset, hingga memasarkan produk ke pasar internasional.
Rektor Unisma, Prof. Junaidi Mistar, mengatakan salah satu hasil nyata dari kunjungan tersebut adalah tingginya ketertarikan perusahaan di Eropa terhadap produk startup yang dikembangkan civitas akademika Unisma.
“Salah satu yang kami bawa adalah beras singkong. Kami perkenalkan kepada salah satu perusahaan di Eropa. Bahkan sebelum kami kembali ke Indonesia, mereka sudah menghubungi dan menanyakan apakah kami sanggup memasok 100 ton beras singkong setiap bulan,” ujarnya.
Menurut Junaidi, permintaan tersebut menjadi bukti bahwa produk hasil inovasi perguruan tinggi Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global apabila didukung jejaring internasional yang kuat.
Ia menjelaskan, perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan ekspor-impor produk halal terbesar di Eropa. Ke depan, perusahaan itu juga siap mendampingi pengembangan startup mahasiswa maupun dosen, termasuk produk-produk unggulan yang dihasilkan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.
“Kalau ada produk-produk yang dihasilkan perguruan tinggi dan memiliki potensi masuk pasar Eropa, nanti bisa kita fasilitasi bersama bagaimana proses hingga produk tersebut bisa dipasarkan,” katanya.
Selain penandatanganan MoU, kegiatan bertajuk Creating University Start-Ups to Strengthen Entrepreneurship of NU Higher Education Institutions for Better Contribution to SDGs Programs itu juga menghadirkan empat pembicara internasional.
Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) sekaligus akademisi Constructor University Bremen, Jerman, Prof. Dr.-Ing. Hendro Wicaksono memaparkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam memperkuat kolaborasi riset global serta transformasi perguruan tinggi menuju entrepreneurial university.
President Director SBDI Center Foundation, Jeroen Rijnenberg, membahas strategi membangun ekosistem bisnis berkelanjutan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sementara CEO Tauros Media Nederland B.V., Guido Lassally, mengulas pemanfaatan AI Agents dalam penciptaan startup dan transformasi pendidikan tinggi.
Adapun Founder sekaligus CEO Wise Use International B.V. asal Belanda, Dorotheus Wisman, membagikan pengalaman mengenai pengelolaan sumber daya secara bijak untuk menciptakan industri yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan juga diisi Startup Innovation Forum melalui sesi showcase bertajuk Discovering Problems, Creating Ideas, SDGs Impact. Dalam forum tersebut, mahasiswa Unisma bersama pelajar SD dan SMP se-Malang Raya mempresentasikan berbagai inovasi bisnis yang telah mereka kembangkan. Presentasi tersebut disaksikan secara daring oleh calon investor dan mitra industri dari Eropa.
Prof. Junaidi menjelaskan, perusahaan-perusahaan tersebut akan memberikan penilaian sekaligus membuka peluang investasi maupun dukungan pendanaan bagi startup yang dinilai potensial untuk dikembangkan.
“Harapannya, startup yang lahir dari kampus tidak berhenti sebagai karya inovasi, tetapi bisa berkembang menjadi usaha yang berdampak dan mampu bersaing di pasar global,” tuturnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi yang ditampilkan, panitia juga memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori, di antaranya Best Young CEO Speaker, Most Inspiring Story, Best SDGs Idea, Best Sustainable Startup, dan Best Innovation for SDGs.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara LPTNU Jawa Timur dan Unisma bersama empat mitra internasional, yakni Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), Wise Use International B.V., Tauros Media Nederland B.V., dan SBDI Center Foundation.
Melalui kerja sama tersebut, Unisma berharap semakin banyak hasil riset dan produk inovasi perguruan tinggi yang tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi mampu berkembang menjadi startup yang berdaya saing serta menembus pasar internasional. (ber)








