Kota Maang, blok-a.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang (Unisma) melahirkan 35 dokter baru melalui prosesi Bai’at Dokter Muslim Periode ke-46. Pada momen tersebut, FK Unisma juga mencatat sejarah baru setelah tiga mahasiswa Program Profesi Dokter berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 untuk pertama kalinya sejak program tersebut berdiri.
Prosesi baiat digelar sebagai bentuk komitmen para dokter baru untuk menjalankan profesi kedokteran berlandaskan etika, nilai-nilai Islam, dan pengabdian kepada kemanusiaan.
Dekan Fakultas Kedokteran Unisma, Dr. Rahma Triliana, M.Kes., Ph.D., mengatakan sebanyak 35 dokter yang dibaiat berasal dari 39 peserta first taker dan satu peserta retaker yang mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode Mei 2026.
Rahma menjelaskan, hasil UKMPPD saat prosesi baiat masih belum diumumkan sehingga penentuan lulusan terbaik didasarkan pada capaian akademik selama menempuh pendidikan profesi.
“Kadang-kadang di akhir pendidikan memang kita harus pasrah dengan hasil karena hasil UKMPPD belum keluar. Jadi hari ini lulusan terbaik ditentukan berdasarkan indeks prestasi kumulatif mahasiswa,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).
Ia mengungkapkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Program Profesi Dokter FK Unisma, tiga mahasiswa berhasil mencatatkan IPK sempurna 4,00. Ketiganya adalah dr. Nadya Alivia, dr. Steven Jeffri Bernandez, dan dr. Aia Nurrahma.
Menurut Rahma, capaian tersebut menjadi bukti kualitas akademik mahasiswa sekaligus motivasi bagi angkatan berikutnya untuk terus berprestasi.
Hingga 2026, Fakultas Kedokteran Unisma yang berdiri sejak 2005 telah meluluskan 915 dokter dari total 1.267 mahasiswa profesi. Sementara itu, sekitar 280 mahasiswa profesi dokter saat ini masih menjalani pendidikan klinik di berbagai rumah sakit pendidikan dan puskesmas jejaring di Malang Raya.
Di hadapan para dokter baru, Rahma menitipkan tiga pesan yang menurutnya menjadi fondasi utama dalam menjalankan profesi kedokteran. Pesan kedua, lanjut Rahma, adalah menjaga nama baik orang tua yang telah berjuang mengantarkan mereka hingga menyelesaikan pendidikan kedokteran.
“Saya menitipkan tiga nama kepada kalian. Nama pertama adalah nama kalian sendiri. Jagalah sebaik-baiknya dengan menjadi orang yang baik, karena seorang dokter yang baik dimulai dari karakter manusia yang baik,” katanya.
Sementara pesan ketiga adalah menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan integritas dan profesionalisme sebagai dokter di tengah masyarakat.
Senada dengan itu, Rektor Unisma Prof. Junaidi Mistar, Ph.D., mengingatkan para dokter baru agar selalu bangga menjadi alumni Unisma dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengabdi.
“Di mana pun kalian berada, banggalah sebagai alumni Universitas Islam Malang. Kebanggaan itu harus kalian tunjukkan dengan dedikasi yang tinggi,” ujarnya.
Menurut Junaidi, Fakultas Kedokteran Unisma kini menjadi salah satu pilar penting dalam upaya mewujudkan Unisma sebagai World Class University. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya lulusan yang berkarier dan melanjutkan pendidikan di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, hingga Korea Selatan.
“Ini adalah bukti bahwa ijazah Unisma memiliki reputasi yang diakui secara internasional. Kalian tidak perlu merasa rendah diri. Jadilah dokter yang percaya diri karena telah ditempa di salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia dengan kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman dan standar medis global,” katanya.
Ia juga mengingatkan para dokter baru untuk tidak melupakan jasa orang tua maupun para dosen yang telah membimbing mereka selama menempuh pendidikan.
“Jangan mengecewakan orang tua. Patuhilah mereka dan jadilah kebanggaan keluarga. Begitu juga dengan dosen-dosen yang telah berjuang membimbing kalian hingga menjadi dokter,” tuturnya.
Sebagai informasi, FK Unisma juga mempertahankan kualitas pendidikannya dengan capaian first taker UKMPPD sebesar 90 persen, yang menempatkan institusi tersebut di jajaran 10 besar dari 87 Fakultas Kedokteran di Indonesia. Selain kompetensi akademik, fakultas juga terus menanamkan karakter dokter muslim yang berintegritas, berempati, serta berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai ciri khas lulusan Unisma. (ber/bob)








