5 Wisata Alam Malang yang Aman Meski Jalur Bromo Ditutup

Peringati Hari Raya Nyepi, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
Ilustrasi Gunung Bromo dan sejumlah wisatawan (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Malang, Blok a.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga kini masih terus meluas. Bahkan, api telah membakar lebih dari 500 hektare lahan sejak pertama kali muncul pada Senin, 3 Agustus 2026. Akibatnya, seluruh pintu masuk utama wisata Bromo ditutup total sejak Sabtu, 8 Agustus 2026. Penutupan ini termasuk jalur Pos Jemplang dan Coban Trisula yang selama ini menjadi akses utama wisatawan dari sisi Kabupaten Malang. Selain itu, wisatawan yang masuk lewat jalur Poncokusumo kini hanya diperbolehkan sampai area Bromo Hillside, tanpa bisa turun ke kawasan lautan pasir maupun kaldera.

Meskipun demikian, bagi wisatawan yang berencana berlibur ke Bromo melalui jalur Malang, penutupan akibat kebakaran bukan berarti seluruh rencana perjalanan harus dibatalkan. Sebab, masih banyak destinasi wisata alam di Kabupaten Malang yang berada di luar kawasan terdampak. Oleh karena itu, destinasi-destinasi berikut dapat menjadi alternatif untuk dikunjungi.

1. Bumi Perkemahan Pinus Benjor, Tumpang

Berlokasi di Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, tempat ini menawarkan suasana perkemahan di tengah hutan pinus yang rindang dan udara sejuk. Posisinya jauh dari titik api yang masih terkonsentrasi di Kaldera Bromo dan Pos Jemplang. Alhasil, aktivitas camping dan wisata keluarga di sini tidak terganggu. Tempat ini buka 24 jam nonstop dengan tiket masuk Rp10.000 per orang. Aktivitas tambahan seperti trekking ke coban dikenakan biaya sekitar Rp5.000 per orang. Dengan demikian, spot ini cocok untuk healing tanpa perlu mendekati area terdampak.

2. Wisata Malang Dreamland, Poncokusumo

Terletak di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Malang Dreamland adalah destinasi wisata keluarga dengan berbagai wahana dan spot foto kekinian. Desa Ngadireso berada di jalur awal menuju Poncokusumo, sebelum Desa Ngadas dan Pos Jemplang yang terdampak. Karena itu, aktivitas wisata di sini masih berjalan normal. Jam operasionalnya pukul 09.00–18.00 WIB. Tiket masuk Rp5.000 pada hari biasa dan Rp10.000 saat akhir pekan. Lokasinya yang mudah dijangkau dari Kota Malang menjadikan tempat ini pilihan praktis untuk liburan singkat.

3. Air Terjun Coban Srikandi, Tumpang

Masih di kawasan Desa Benjor, Coban Srikandi menyuguhkan air terjun tersembunyi di antara tebing hijau dan pepohonan rimbun. Lokasinya berdekatan dengan Benjor Pine Camping Ground, di luar jalur menuju Jemplang maupun Ngadas. Karena itu, kawasan ini bebas dari dampak langsung kebakaran. Akses masuk melewati gerbang Benjor Pine, dengan total biaya sekitar Rp15.000 per orang. Lokasi ini buka pukul 07.00–16.30 WIB. Trekking ringan menuju air terjun ini pun jadi daya tarik tersendiri bagi pencinta wisata alam yang tidak ramai.

4. Lembah Tumpang, Tumpang

Berlokasi di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Lembah Tumpang adalah destinasi wisata alam sekaligus resort bernuansa kerajaan Jawa kuno. Tempat ini punya replika candi seperti Borobudur dan Candi Sewu, kolam air pegunungan alami, serta area seluas 20 hektare. Memang, lokasinya searah jalur wisata menuju Bromo dari sisi Tumpang. Namun, posisinya masih jauh di kaki jalur, sebelum kawasan Poncokusumo, Ngadas, dan Pos Jemplang yang terdampak. Wisata ini buka setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB, dengan tiket masuk Rp60.000 per orang. Berkat jaraknya yang aman, Lembah Tumpang tetap nyaman jadi destinasi healing keluarga.

5. Air Terjun Coban Sewu, Ampelgading

Berada di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Coban Sewu terletak di wilayah selatan Malang, terpisah sepenuhnya dari jalur maupun radius kebakaran Bromo. Air terjun ini menyajikan panorama alam asri dengan aliran deras di antara tebing hijau. Wisata ini buka setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB. Tarif masuknya Rp20.000 untuk wisatawan domestik dan Rp50.000 untuk mancanegara. Berkat jaraknya yang jauh dari TNBTS, Coban Sewu jadi pilihan liburan yang tenang dan nyaman kapan saja.

Itulah lima destinasi alternatif saat kawasan utama TNBTS ditutup. Kendati kaldera Bromo untuk sementara tak bisa dinikmati, deretan destinasi di atas tetap menawarkan liburan yang menawan dan berada di zona aman.

Harap diketahui bahwa harga tiket dan operasional dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pengelola masing-masing tempat wisata.

Selain itu, wisatawan juga diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan diri dan patuhi arahan petugas setempat. Situasi di lapangan bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, wisatawan dihimbau selalu memantau kondisi terkini dan memperbarui informasi dari saluran resmi sebelum berangkat.

Penulis: Edith Raditya Satriawan (Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Jember)