Kota Malang, blok-a.com – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema pada 11 Agustus 2026, Jalan Kertanegara, Kota Malang mulai dipenuhi warna biru khas Singo Edan. Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) terlihat membuka lapak dan menjajakan berbagai atribut Arema untuk menyambut momentum tahunan tersebut.
Pantauan blok-a.com pada Senin (10/8/2026), sejumlah lapak pedagang mulai berjejer di sepanjang Jalan Kertanegara. Berbagai merchandise khas Arema ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari bendera, syal, kaus, jersey hingga atribut lainnya.
Salah satu pedagang yang terlihat berjualan yakni Deni Gondrong. Ia memilih menggunakan mobil sebagai tempat berjualan. Bagian belakang dan sisi mobil dipenuhi berbagai dagangan yang ditata berjajar, mulai syal, kaus hingga jersey Arema dengan beragam ukuran.
Deni mengaku mulai berjualan di Jalan Kertanegara sejak Minggu (9/8/2026). Menurutnya, momentum menjelang HUT Arema setiap tahun memang menjadi salah satu waktu bagi pedagang untuk turun langsung ke jalan.
“Saya sudah berjualan disini sejak Minggu, 9 Agustus kemarin. Adanya arahan dari pemerintah daerah untuk mewajibkan semua unsur mulai ASN hingga pelajar wajib mengenakan atribut Arema, membuat penjualan meningkat,” ujarnya kepada Ketik.com, Senin (10/8/2026).
Ia mengatakan, pembeli yang datang berasal dari berbagai kalangan. Namun, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling banyak mencari jersey maupun atribut Arema. Hal tersebut tidak terlepas dari imbauan penggunaan atribut Arema di sekolah pada 11 Agustus 2026.
“Sekarang, yang lagi ramai dicari itu bendera dan kaos jersey Arema untuk anak-anak. Karena wajib dikenakan di sekolah saat 11 Agustus nanti,” tambahnya.
Menurut Deni, permintaan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Ia memperkirakan pendapatan dari penjualan atribut Arema meningkat sekitar 20 hingga 30 persen.
“Di tahun ini ada peningkatan sedikit, antara 20 sampai 30 persen meningkatnya. Kalau kemarin lumayan, bisa sampai 200 jersey laku terjual,” jelasnya.
Berbagai atribut dijual dengan harga yang cukup beragam. Untuk kaus dan jersey Arema, Deni membanderolnya mulai Rp50 ribu hingga Rp125 ribu. Sementara syal dan bendera dijual pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp100 ribu.
Deni menyebut tidak banyak perubahan model atribut yang dijual dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan lebih banyak terlihat pada desain yang menyesuaikan angka usia Arema yang kini memasuki usia ke-39 tahun.
“Untuk modelnya sih mungkin ada perubahan sedikit-sedikit. Misalnya desain angka tahunnya yang berubah, menyesuaikan usia. Tapi selebihnya kami lebih meningkatkan agar suasananya lebih meriah saja,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh produk yang dijual merupakan hasil produksi pelaku UMKM di wilayah Malang Raya. Sebagian dibuat sendiri, sementara produk lainnya diperoleh dari perajin maupun sesama pelaku UMKM.
“Dibuat sendiri ada, mengambil dari anak-anak lain juga ada. Tapi semuanya murni produk UMKM dari Malang Raya,” katanya.
Selain Deni, pantauan di Jalan Kertanegara juga menunjukkan sejumlah PKL lainnya mulai membuka lapak serupa. Mereka memanfaatkan momentum HUT Arema untuk menawarkan berbagai kebutuhan suporter maupun masyarakat yang ingin mengenakan atribut Singo Edan.
Lapak-lapak tersebut tampak dipenuhi bendera berwarna biru, jersey Arema berbagai ukuran, syal, kaus, serta merchandise lainnya. Aktivitas jual beli pun mulai terlihat ramai, terutama dari masyarakat yang mencari jersey untuk dikenakan saat perayaan HUT Arema.
Bagi Deni, berjualan secara langsung di pinggir jalan menjelang 11 Agustus sudah menjadi aktivitas yang rutin dilakukan setiap tahun. Sementara pada hari pertandingan, ia biasanya memilih berjualan di sekitar Stadion Kanjuruhan.
“Rencananya saya berjualan disini sampai malam, setelah itu geser ke Stadion Kanjuruhan. Memang saya stay-nya jualan di Kanjuruhan tiap ada laga main. Tetapi kalau jelang ulang tahun Arema seperti ini, saya berjualan di pinggir jalan,” tandasnya.
Ia berencana berjualan di Jalan Kertanegara hingga Senin malam. Setelah itu, Deni bersama rombongan pedagang dan Aremania akan bergerak menuju Stadion Kanjuruhan untuk mengikuti rangkaian napak tilas dalam rangka memperingati HUT ke-39 Arema.
Deni berharap momentum HUT Arema tahun ini kembali memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal. Terlebih, adanya penggunaan jersey dan atribut Arema secara serentak membuat kebutuhan masyarakat terhadap merchandise klub semakin meningkat.
“Alhamdulillah, untuk menyambut HUT Arema ini UMKM lebih laris. Ada peningkatan pendapatan sekitar 20 sampai 30 persen lah. Kemarin lumayan, bisa terjual antara 100 sampai 200 jersey,” pungkasnya. (bob)








