Dengan Baca Basmalah, Sekda Kota Malang Buka UKW PWI Angkatan 54-55

Caption: Pembukaan uji kompetensi wartawan oleh Sekda Kota Malang Erick Setyo Santoso di Aula Hotel Aria Gajayana Malang.(blok-a.com/Syahrul)
Caption: Pembukaan uji kompetensi wartawan oleh Sekda Kota Malang Erick Setyo Santoso di Aula Hotel Aria Gajayana Malang.(blok-a.com/Syahrul)

Malang, blok-a.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erick Setyo Santoso, membuka resmi uji kompetensi wartawan (UKW) angkatan 54-55, yang didahului diskusi ekonomi kreatif di Hotel Aria Gajayana, Jumat (17/11/2023).

Hadir dalam kesempatan itu Kapolsek Kedungkandang AKBP Agus Siswo Hariadi mewakili Kapolresta Malang, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim, Ketua PWI Malang Raya Cahyono, Ketua DPRD Kota Malang Made I Wayan Kartika dan sejumlah OPD.

UKW kali ini diikuti sebanyak 48 wartawan dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur, yang terbagi dari 2 kelas Utama, 2 kelas Madya, dan 4 kelas Muda.

Ketua DPRD Kota Malang Made I Wayan Kartika menyinggung soal ekonomi kreatif merupakan langkah untuk memperkecil kesenjangan ekonomi di Kota Malang.

”Bagaimana cara untuk mengecilkan angka kesenjangan ekonomi di Kota Malang yang masih tinggi. Sekecil apapun harus kita lakukan, salah satunya lewat ekonomi kreatif ini,” ungkap Made.

Sekda Kota Erick Setyo Santoso menyampaikan pesan dari Pj Wali Kota bahwa Pemkot selalu mendukung wartawan dalam hal kerjasama untuk memajukan Kota Malang.

”Dengan UKW ini semoga ke depan beritanya semakin berkualitas, kami selalu support teman-teman wartawan untuk kemajuan Kota Malang,” ucap Erick.

Terkait ekonomi kreatif, Pemkot bersama-sama dengan 6 stakeholder membuat gedung Malang Creative Center (MCC) yang merupakan wadah, ruang ekosistem dalam menjawab isu dan tantangan di Kota Malang.

Inisiator muda Vicky Arif menjelaskan awal tercetusnya MCC, saat Kota Malang jadi kota termiskin dengan angka pengangguran terbuka pertama di Jawa Timur.

Secara geografis Kota Malang tidak memiliki wisata alam untuk dijual.

MCC tak ubahnya seperti bangunan mall terdiri dari 8 lantai, namun dalam desain gedung yang merupakan kolaborasi menjadi ikon Kota Malang untuk menampung pengusaha muda, kreator, dan pelaku ekonomi kreatif.

Fasilitas lengkap mulai dari ruang produksi film, aula, ruang meeting, ruang fashion, persewaan lapak, yang bisa disewa baik penduduk Kota Malang maupun luar daerah.

”Secara administrasi harusnya khusus diperuntukkan warga kota malang, karena membangun kerjasama dengan kota/kabupaten lain atau bahkan dengan negara lain itu penting dalam ekonomi kreatif untuk meningkatkan ekonomi di Kota Malang,” jelas Vicky.

Di lantai 5 gedung MCC salah satunya terdapat ruangan fashion, yaitu milik desainer kondang di Kota Malang.

Tiap hari buka pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB untuk pelatihan dan produksi.

Ica salah satu staf marketing menjelaskan dalam ruang fashion yang lengkap dengan peralatan produksi ramai diikuti para ibu-ibu untuk ikut pelatihan.

”Tiap hari buka, yang ramai ibu-ibu biasanya antara pukul 09.00 WIB karena kita sediakan semuanya gratis untuk pelatihan. Kebetulan ini semua punya salah satu desainer kondang di Kota Malang,” ungkap Ica.(sya/bob)