Harlah Rumah Sedekah NU dan Ponpes Manbaul Ulum Jadi Momentum Kepedulian Sosial

Harlah Rumah Sedekah NU dan Ponpes Manbaul Ulum Jadi Momentum Kepedulian Sosial
Harlah Rumah Sedekah NU dan Ponpes Manbaul Ulum Jadi Momentum Kepedulian Sosial

Kabupaten Malang, blok-a.com – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5 Rumah Sedekah NU dan ke-3 Pondok Pesantren Manbaul Ulum Malang ditandai dengan berbagai kegiatan sosial, Minggu (15/2/2026). Kegiatan yang digelar di Ponpes Manbaul Ulum, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang itu menjadi momentum memperkuat kepedulian menjelang Ramadan.

Sebanyak 65 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada anak-anak difabel, membagikan 100 paket untuk dhuafa, serta menyalurkan sarung dan baju bagi para imam musala.

Inisiator Rumah Sedekah NU sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum Malang KH. Noor Shodiq Askandar, yang akrab disapa Gus Shodiq, mengatakan rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar agar seluruh lapisan masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan.

“Tujuan dari kegiatan ini menjelang Ramadan kita ingin semua masyarakat dalam kondisi apapun turut berbahagia menyambut Ramadan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema yang diusung dalam harlah kali ini adalah mengembangkan kebersamaan. Menurutnya, semangat bersama menjadi kunci dalam menjalankan berbagai program sosial.

“Artinya dengan bersama itu sebetulnya semua hal bisa kita lakukan. Semua hal bisa terasa ringan dan semua orang bisa menjadi bagian dari kegiatan sesuai dengan visinya Rumah Sedekah NU membangun kebersamaan dengan pola kemitraan,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya juga akan memperkuat program di bidang pendidikan. Gus Shodiq menilai, masih banyak anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal.

“Kalau biaya SPP mereka kan sudah selesai, tapi biaya-biaya yang lain mereka masih belum bisa terselesaikan. Padahal sebetulnya pendidikan ini menjadi bagian yang utama untuk menyiapkan generasi muda di masa yang akan datang,” katanya.

Ia berharap kegiatan harlah ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu menjadi pengungkit kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Harapan saya tentu kegiatan ini bisa menjadi pengungkit kepedulian masyarakat terhadap sesama. Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa orang yang mendustakan agama itu salah satu ketentuannya itu ada dua hal. Satu orang yang tidak mau menyantuni anak yatim, kedua tidak mau memberikan kepada orang miskin. Dua-duanya kita fasilitasi di Harlah Rumah Sedekah NU ke-5 dan Ponpes Manbaul Ulum ke-3,” tegasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kemitraan, ia berharap gerakan sosial ini terus meluas sehingga semakin banyak masyarakat terlibat dalam aksi nyata kepedulian. (bob)