Malam Tahun Baru 2026 di Malang Digelar Sederhana, Tanpa Pesta dan Konser

Kemeriahan pesta malam tahun baru 2024 di Hotel 1O1 Malang.
Kemeriahan pesta malam tahun baru 2024 di Hotel The 1O1 Malang OJ. (Hotel The 1O1 Malang OJ)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memutuskan menggelar peringatan malam pergantian Tahun Baru 2026 secara sederhana. Tidak ada pesta kembang api maupun hiburan musik yang digelar pemerintah.

Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati atas bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta sejumlah kejadian kebencanaan lainnya.

Sebagai gantinya, Pemkot Malang akan menggelar doa bersama di lima kecamatan di Kota Malang. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus doa untuk para korban bencana.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pergantian tahun seharusnya dimaknai sebagai momentum refleksi, bukan semata perayaan.

“Pergantian tahun bukan sekadar perayaan, tetapi momentum refleksi dan kontemplasi,” ujarnya.

Keputusan ini berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya. Pada malam pergantian tahun 2024 menuju 2025, Pemkot Malang menggelar pesta rakyat dengan menghadirkan penyanyi nasional Denny Caknan yang dipusatkan di kawasan Alun-alun Kota Malang dan dihadiri ribuan warga.

Namun pada malam pergantian Tahun Baru 2026, seluruh rangkaian hiburan tersebut ditiadakan. Pemkot Malang menegaskan tidak akan menggelar konser musik maupun pesta kembang api.

Selain itu, Wali Kota Malang juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi maupun perayaan berlebihan lainnya yang berpotensi mengganggu ketertiban umum demi menjaga keamanan dan kondusivitas kota.

“Mari kita sambut Tahun Baru 2026 dengan sederhana, penuh doa untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, tidak merayakan secara berlebihan, sekaligus menjadi momentum refleksi agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik ke depan,” pungkas Wahyu. (bob)