Kenakan Kebaya Merah, Supeltas di Suhat Malang Rayakan Hari Kartini

Kenakan Kebaya Merah, Supeltas di Suhat Malang Rayakan Hari Kartini
Kenakan Kebaya Merah, Supeltas di Suhat Malang Rayakan Hari Kartini (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Peringatan Hari Kartini setiap 21 April diperingati dengan hal unik oleh seorang Supeltas (Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas) di Kota Malang, Sukarni (55).

Sukarni yang biasa mengatur di pertigaan Suhat mengenakan kebaya berwarna merah. Lengkap dengan make up-nya, Sukarni mengatur sepeda motor dan mobil yang lewat dengan ramah.

Sukarni mengaku, memang sengaja setiap 21 April ini selalu mengenakan kebaya. Ini adalah caranya mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini.

“Semenjak saya jadi Supeltas setiap tanggal 21 April selalu saya peringati (Hari Kartini) dengan mengenakan kebaya,” kata dia dikonfirmasi blok-a.com, Senin (21/4/2026).

Sukarni sendiri menjadi Supeltas sejak 15 tahun yang lalu. Namun, resmi menjadi Supeltas di bawah arahan Satlantas Polresta Malang Kota sejak 12 tahun lalu.

Ia pun tak menampik bahwa memang ada kesan Supeltas adalah pekerjaan para lelaki. Namun, dengan semangat emansipasi perempuan dari Kartini, ia memilih pekerjaan jadi Supeltas.

“Karena hati nurani terketuk. Di samping itu kita gak bisa membedakan ya laki-laki dan perempuan. Selagi itu bisa kita kerjakan ya kita kerjakan. Masalah semangat ya semangat,” jelasnya.

Mula ia belajar mengatur lalu lintas adalah saat ia berjualan di daerah Suhat belasan tahun lalu. Ia melihat Supeltas mengatur lalu lintas. Ia perhatikan. Akhirnya ia tertarik.

“Terus saya awalnya belum terdaftar resmi. Saya akhirnya tanya-tanya dan belajar, akhirnya terdaftar resmi Supeltas,” kata dia.

Ia pun tergerak menjadi Supeltas karena Kota Malang, menurutnya, semakin lama semakin macet. Ia ingin membantu sedikit masalah khas perkotaan itu dengan menjadi Supeltas.

“Setiap lihat kemacetan kok semakin padat, semakin gak terkendali, apalagi di daerah Suhat,” kata dia.

Warga Jalan Mawar Gang 1 ini hanya mengatur lalu lintas di pertigaan Suhat yang mengarah ke Jalan Semanggi Timur, mulai jam 06.00 sampai jam 10.00.

Ia pun selama mengatur lalu lintas tampak selalu senyum dan menyapa para pengendara.

“Memang itu SOP-nya seperti itu, harus Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santun. Itu yang saya terapkan,” kata dia.

Senyum dan sapa itu dilakukannya terlepas dari semua keadaan. Ia mengaku ada keadaan yang cukup menantang. Kondisi macet dan ada kendaraan yang menerobos.

“Di situ saya harus tetap sabar. Tapi itu namanya tantangan dan harus kita bisa mengatasi,” tutupnya. (bob)