Pelaku Pelecehan Bocah Pakisaji Malang Ternyata Hobi Kunjungi Situs Video Porno 

Tersangka pelecehan bocah dibawah umur di Pakisaji, Kabupaten Malang (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Tersangka pelecehan bocah di bawah umur di Pakisaji, Kabupaten Malang (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Polisi menemukan fakta bahwa pelaku pelecehan bocah di Pakisaji, Kabupaten Malang hobi mengunjungi situs video porno di internet.

Hal tersebut diketahui dari histori web browser handphone milik tersangka atas nama Kasro Tanwibawa (49), warga Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Banten, Jawa Barat.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa tersangka sering mencari video porno seputar gadis belia.

“Setelah kita cek lagi dan kita dalami, bahwa histori web browser dari yang bersangkutan adalah pencariannya, mohon maaf ada video-video porno terkait dengan anak, itu fakta penyelidikan dan penyidikan yang penyidik temukan pada saat melakukan pemeriksaan,” terang Gandha, Sabtu (25/11/2023).

Sejauh ini, dari hasil pemeriksaan, korban hanya melakukan pencarian yang artinya tidak melakukan pengunduhan. Namun, lebih dari histori yang ada, pencarian cukup sering dilakukan.

“Dari browser hp pelaku, jadi yang bersangkutan tidak download. Jadi historinya situsnya ya banyak, kemungkinan 10 ya lebih,” ujarnya.

Disinggung terkait fakta kejiwaan, Gandha menyebutkan, hingga saat ini tersangka dalam keadaan normal.

“Sementara ini (kondisi kejiwaan) normal. Sementara itu yang bersangkutan tinggal berjauhan dengan istri, karena istrinya tinggal di Banten,” pungkasnya.

Sebelumnya, tersangka yang adalah seorang penjual cincau dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Pakisaji, Kabupaten Malang. Aksi bejat tersebut terekam kamera CCTV dan sempat viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu.

Mengetahui unggahan rekaman CCTV tersebut, orang tua korban atas nama AA (9), warga Pakisaji, Kabupaten Malang segera melapor ke Polres Malang, pada Jumat (24/11/2023).

“Alhamdulillah untungnya berkat peran serta masyarakat juga atas viralnya video tersebut juga penyidik, serta rekan-rekan Polsek Pakisaji, kami mampu mengungkap perkara ini dengan cepat sekarang hari Sabtu. Artinya, belum sampai 24 jam” ujar Gandha. (ptu/lio)